by

Keras! Kerap Obral Janji, BEM UI Juluki Jokowi ‘The King of Lip Service’

BandungKita.id, Bandung – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali viral jagat maya usai mendapat julukan ‘The King of Lip Service’ dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) melalui akun Twitter @BEMUI_Official.

Unggahan tersebut merupakan bentuk protes dan kritik terhadap Presiden Jokowi lantaran kerap mengobral janji manisnya.

Beberapa yang menjadi sorotan adalah pernyataan Jokowi yang rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, hingga rentetan janji lainnya.

“Saya kangen sebetulnya didemo.Karena apa? Apapun…apapun…pemeruntah itu perlu dikontrol. Pemerintah itu perlu ada yang peringatin kalo keliru. Jadi kalau enggak ada demo itu keliru. Jadi sekarang saya sering ngomong di mana-mana ‘tolong saya didemo’. Pasti saya suruh masuk,” kata Jokowi, Selasa (8/11).

Kendati demikian, BEM UI membeberkan faktanya, pasalnya hal tersebut tidak sesuai dengan ucapannya. Hal itu dibuktikan dengan adanya 1.500 aduan kekerasan aparat selama demo tolak UU Cipta Kerja.

Baca Juga:

Gak Usah Panik, ini Empat Tips Gaya Hidup Lansia Agar Terhindar dari COVID-19

Yuk Catat! Cara Isolasi Mandiri di Rumah Sesuai Arahan Kemenkes RI

Jangan Lengah! Simak Tips Menjaga Anak dari Penularan COVID-19

“Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya,” tulis akun Twitter @BEMUI_Official.

“Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk “lip service” semata,” sambungnya.

Tak hanya itu, langkah judicial review di MK yang disodorkan Jokowi untuk mengakomodir ketidakpuasan rakyat mengenai UU Cipta Keja turut menjadi sorotan dari BEM UI.

BEM UI menilai, Jokowi bukannya mendorong MK bersikat netral, malah meminta MK menolak semua gugatan.

“Berhenti membual, rakyat sudah mual!,” tandasnya. (Agus SN/BandungKita.id)***

Editor: Agus SN

Comment