by

Gak Cuma Instagramable, Mugaba Banuraja Wujud Dedikasi Laksamana Ade Supandi untuk Kampung Halamannya

BandungKita.id, KBB – Bandung Barat tak hanya menyuguhkan keindahan wisata alamnya, namun juga memiliki sebuah destinasi wisata edukasi yang unik dan instagramable.

Berdiri dan diresmikan pada 1 September 2018, destinasi wisata unik mirip kapal TNI AL ini dikenal dengan sebutan Museum Galeri Bahari (Mugaba) Banuraja dan dibangun oleh mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI AL Ade Supandi.

Museum Galeri Bahari (Mugaba) Banuraja berdiri gagah di pinggir kali Citarum, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat dipersembahkan Laksamana TNI Ade Supandi sebagai wujud kecintaannya kepada tanah air dan generasi penerus.

Pengelola Mugaba Banuraja, Deden Permana mengatakan, melalui museum berciri khas maritim ini, beliau (Laksamana Ade Supandi) ingin berbagi ilmu tentang pentingnya generasi penerus untuk belajar dari jejak sejarah kehidupan agar tidak kehilangan jati diri sebagai sebuah bangsa sehingga dapat lebih siap meniti masa depan.

“Bukan tanpa alasan Laksamana Ade Supandi membangun Mugaba Banuraja di tanah kelahiran dan leluhurnya. Hal ini dilakukan lantaran sebagai putra daerah yang berkeinginan untuk mengangkat harkat derajat daerahnya (Pangauban),” katanya, Minggu 3 Oktober 2021.

Ia menyebut, dengan menjadikannya sebagai sebuah destinasi edukasi dan pariwisata yang dapat memberikan nilai manfaat bagi kebangkitan nilai ekonomi kreatif berbasis rakyat dan UKM-UMKM dengan segala ciri khasnya, serta untuk mendorong tumbuhnya kembali kesenian dan budaya lokal.

“Tujuan berdirinya museum ini karena beliau (Laksamana Ade Supandi) ingin sekali mendedikasikan pengabdiannya selama menjadi TNI AL, terutama untuk masyarakat Batujajar dan umumnya untuk masyarakat Jawa Barat agar mengetahui dan termotivasi untuk cinta akan kemaritiman atau kebaharian,” bebernya.

Menurutnya, banyak hal menarik yang ada di museum ini, termasuk kisah di mana Laksmana Ade Supandi mulai meniti karir menjadi seorang tentara, termasuk dengan sejarah kemaritiman yang ada di Indonesia.

“Keunikan di museum ini selain sejarahnya, ada juga diorama dan replika kapal-kapal kuno, seperti kapal perang, termasuk ada simolator kapal perang yang ada di lantai 3,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, setiap bingkai yang terpajang di dalam museum tersebut bercerita tentang dari awal Laksamana Ade Supandi lahir, menempuh pendidikan formal, hingga beliau menjabat KSAL.

“Di lantai 1, ada replika kapal-kapal kuno, kapal perang, replika-replika alutsista yang dimiliki TNI AL,” ungkapnya.

Di lantai 2, sambung dia, terdapat ruang perpustakaan bagi yang punya hobi baca dan bagi yang ingin berburu kuliner sambil menikmati keindahan sekeliling museum pengungjung bisa datang ke Cafe Navy.

“Bagi para pengunjung yang ingin menikmati beragam sajian kuliner bisa naik ke lantai 2. Di lantai 3, ada anjungan kapal yang di dalamnya terdapat simulator kapal perang,” terangnya.

Museum Mugaba, lanjut dia, mulai beroperasi dari jam 08.00-15. 00 WIB, sementara ada jeda waktu untuk istirahat, yakni pada jam 12.00-13.00 WIB.

“Untuk total luas bangunan museum ini sekitar 15 meter dengan panjang mencapai 45 meter,” sebutnya.

Tonton Juga:

Kendati demikian, kata dia, dengan adanya pandemi COVID-19 ini sangat terdampak terhadap jumlah pengunjung yang datang. Namun, pihaknya tetap mengikuti anjuran dan aturan dari pemerintah.

“Dampaknya sangat jelas, pengunjung berkurang drastis, namun kita tetap terapkan prokes selama penerapan PPKM berlangsung,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum adanya pandemi, jumlah pengunjung per harinya bisa mencapai 50-100 orang. Sementara, di akhir pekan bisa mencapai 150-300 orang.

“Sesudah pandemi hanya sekitar 20-30 orang, sementara weekend hanya 50-150 orang,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, dirinya menyayangkan keterlibatan Pemda Bandung Barat dalam mendukung potensi wisata edukasi ini masih belum terlihat.

“Belum ada realisasi, baru sampai mengetahui keberadaannya. Itu pun pada saat berdiri dan diresmikan dengan dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat,” ujarnya.

Ia berharap, perhatian dari pemerintah khususnya untuk akses jalan menuju Museum Mugaba bisa direalisasikan karena akses jalannya masih belum bagus.

“Semoga pemerintah bisa segera mendukung dan Museum Mugaba ke depan bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, serta menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat terhadap kemaritiman dan kebaharian,” harapnya. (Tim BandungKita.id)

Baca Juga:

Wacana Bandung Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Pasar Tradisional, Warga: Kalau Enggak Punya Hape, Gimana?

Inspiratif! Mantan Kades Sindangjaya Ini Konsisten Pelopori Pengembangan Wisata Curug Ngebul dan Datar Malela

Yana Umar Peringatkan Maung Bandung!

Comment