by

Jumlah Pasien Covid-19 di RSHS Bandung Menurun

BandungKita.id, Bandung – Jumlah pasien COVID-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung terus menurun. Tercatat hingga Selasa (26/10/2021) jumlah pasien yang dirawat sebanyak 11 orang.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan & Penunjang, Yana Akhmad mengatakan, dari 11 orang yang dirawat terbagi di dua ruangan. Sembilan orang di ruang perawatan, dan dua orang sisanya di instalasi gawat darurat (IGD) lantaran masih tergolong suspek.

Penurunan jumlah pasien COVID-19, sambungnya terjadi sejak akhir Agustus 2021. Penurunan jumlah pasien tidak hanya terjadi di RSHS Bandung saja, tetapi terjadi rumah sakit lainnya.

“Saya rasa di rumah sakit lain juga sama ya, relatif menurun melandai sejak Agustus kemarin. Yang kita tahu saat itu melonjak pada Juni-Juli dan sampai saat ini trennya terus menurun,” katanya, Selasa (26/10/2021).

Ia menerangkan, menurunnya jumlah pasien COVID-19 ini berdampak pada keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Saat ini BOR di RSHS Bandung berada di bawah satu persen.

“Jadi ruang tempat tidur yang kami sediakan 130, jadi BOR-nya sudah di bawah satu persen atau 0,07 persen saat ini,” ujarnya.

Baca Juga

RSHS Bandung Siap Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

CovidBreak!! Program Baru di BandungKitaid, Hilal Naff: “Yuk Ngobrol Santai”

Tempat tidur yang sebelumnya digunakan untuk pasien COVID-19, kata Yana saat ini dialihfungsikan untuk merawat pasien non COVID-19. Pasalnya, saat ini ada peningkatan jumlah pasien non COVID-19.

“Kami sudah merelokasi kembali penggunaan fasilitas COVID-19 menjadi non COVID-19 karena trennya pasien non juga sudah mulai meningkat, maka kebutuhan tempat tidur kami alihkan,” terangnya.

Selain itu, relokasi pun dilakukan kepada tenaga kesehatan. Namun demikian, apabila di kemudian hari terjadi lagi lonjakan pasien COVID-19. RSHS Bandung sudah siap, berkaca pada gelombang kedua COVID-19.

“Kami berharap itu tidak terjadi, tapi kami harus mempersiapkan, dan persiapan ini kami sudah punya pengalaman di lonjakan yang kemarin,” kata Yana.

“Walaupun nakesnya sudah direlokasi, tapi kita tetap siap apabila ada lonjakan, ruangan itu akan berfungsi kembali, tempat tidur untuk mengantisipasinya, jadi tidak perlu membangun lagi, demikian dengan fasilitasnya,” pungkasnya. (Faqih Rohma Syafei) ***

Comment