by

GM Utut Adianto Kembali Pimpin PB Percasi Periode Tahun 2022-2026

BandungKita.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mengapresiasi perjuangan Ketua PB Percasi periode 2017-2021 GM Utut Adianto dan berterima kasih atas kesediannya, kembali memimpin PB Percasi sebagai ketua umum periode kepemimpinan 2022-2026.

“Terima kasih GM Utut atas kerja kerasnya yang luar biasa selama ini. Tidak pernah mengeluh, tidak pernah meminta tetapi prestasinya luar biasa,” kata Menpora seusai membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) XXIX tahun 2022 di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Jumat (25/2) malam.

Munas itu digelar menyusul berakhirnya kepengurusan PB Percasi masa bakti 2017-2021 pada bulan Februari 2022.

Ini sesuai dengan SK KONI Pusat.

PB Percasi periode 2022-2026 kembali akan dipimpin oleh Ketua Umum GM Utut Adianto.

Keputusan ini mutlak dari para peserta dari 34 pengurus provinsi di Indonesia.

“Ini (calon ketua umum PB Percasi) bukan keinginan dari Pak Utut, tapi ini adalah keinginan dari para peserta. Tadi sudah diumumkan oleh panitia. Pak Utut kalau ditanya beliau ingin istirahat tapi saya keberatan kalau beliau istirahat,” ujar Amali.

“Kita justru berterima kasih kepada beliau karena masih mau memimpin lagi, coba kalau tidak mau, berat kan kita,” tambah Menpora Amali.

Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman, mewakili Ketum KONI Pusat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas semangat, pengorbanan pengurus PB Percasi dalam pembinaan cabang olahraga catur.

“Terima kasih dan apresiasi kepada bapak ibu sekalian. Alhamdulillah upaya pembinaan olahraga prestasi kita tercatat baik di PON Papua dengan sukses,” ujarnya.

“Pada PON ke-21 tahun 2024 di Aceh, Sumut, catur juga merupakan salah cabor yang dipertandingkan,” tambahnya.

Utut Adianto menyampaikan, selama 72 tahun tantangan PB Percasi adalah bagaimana prestasi ini membuat Indonesia semakin disegani.

“Tantangan kita adalah mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia tetapi lebih dari itu bagaimana anak-anak kita bisa hidup dari profesinya ini,” katanya.*

Comment