Dari Dadang Naser ke Dadang Supriatna: Arah Baru Wisata Edukasi Kabupaten Bandung


BANDUNGKITA.ID, KABUPATEN BANDUNG – Wisata edukasi di Kabupaten Bandung mengalami dinamika menarik sejak kepemimpinan Bupati Dadang M. Naser hingga era Bupati Dadang Supriatna. Meski sama-sama menekankan pentingnya edukasi dan pelestarian budaya, pendekatan keduanya memiliki fokus yang berbeda,

Terlepas dari kondisi saat ini, redaksi Bandungkita tidak mengeneralisir dan hanya fokus terhadap Lokus karakter yang kuat yang disntuh keduanya. Ini dia Fokus mereka Versi BandungKita.id


Era Dadang M. Naser: Wisata Edukasi Berbasis Alam dan Sejarah

Pada 19 Januari 2021, Dadang M. Naser meresmikan Wisata Edukasi Sungai Cigeureuh Astaraja Dewi Hurip di Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran. Konsepnya memadukan pelestarian lingkungan, edukasi sungai, dan pengenalan sejarah lokal melalui situs Kerajaan Astaraja.

Dadang M. Naser mendorong warga untuk menjadi “pencinta tanah air sejati” dengan menjaga tanah dan air, serta mengembangkan potensi desa seperti industri panahan (jamparing), budidaya maggot, dan kebun kurma tropis. Pendekatan ini menitikberatkan pada wisata berbasis komunitas yang mengangkat identitas lokal.


Era Dadang Supriatna: Pemanfaatan Wisata Lokal untuk Edukasi Sekolah

Bupati Dadang Supriatna belum tercatat mengunjungi Astaraja Dewi Hurip, namun ia menaruh perhatian pada pemanfaatan wisata lokal sebagai sarana edukasi. Dalam menanggapi larangan study tour keluar daerah oleh Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi, Dadang Supriatna menegaskan bahwa Kabupaten Bandung memiliki banyak destinasi wisata dan budaya yang bisa dimanfaatkan sekolah.

Ia mendorong agar kegiatan luar kelas bersifat edukatif, terarah, dan terjangkau, misalnya dengan mengunjungi taman budaya, situs sejarah, atau destinasi alam di wilayah sendiri. Pemkab Bandung di bawah kepemimpinannya juga berencana membangun Taman Budaya Giriharja sebagai pusat kegiatan edukasi dan seni.


Kesamaan dan Perbedaan

AspekDadang M. NaserDadang Supriatna
Fokus UtamaPelestarian alam & sejarah lokal melalui wisata edukasi berbasis komunitasPemanfaatan wisata lokal untuk edukasi sekolah & penguatan muatan lokal
Contoh ProgramPeresmian Astaraja Dewi Hurip, pengembangan potensi desaRencana Taman Budaya Giriharja, dukungan wisata lokal untuk study tour edukatif
PendekatanMengangkat identitas desa dan warisan budayaMengintegrasikan wisata lokal ke kurikulum dan kegiatan sekolah
Keterlibatan LangsungKunjungan dan peresmian destinasiBelum tercatat mengunjungi Astaraja Dewi Hurip

Arah ke Depan

Kedua pemimpin sama-sama melihat wisata sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya, namun dengan titik tekan berbeda. Tantangan ke depan adalah menggabungkan kekuatan keduanya: memperkuat identitas lokal sekaligus menjadikan wisata edukasi bagian integral dari pendidikan formal. (Tim Bandungkita.id)


Comment