Catatan Retret Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H.

JURNAL PERJALANAN: Menempa Sinergitas di Lembah Tidar

MAGELANG, BANDUNGKITA.ID – Pagi itu, udara sejuk Magelang menyambut kedatangan para pimpinan wakil rakyat dari seluruh penjuru Nusantara. Di antara ratusan peserta, tampak sosok Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Bandung, yang tampil berbeda dari kesehariannya. Tidak ada kebaya formal atau batik resmi; kali ini, ia mengenakan seragam loreng lengkap dengan sepatu bot taktis dan topi komando.

Tangkapan Layar Status Whatsapp Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H

Sebuah tas ransel tactical dengan pola kamuflase senada (seperti terlihat pada foto inventaris ADKASI) menjadi kawan perjalanannya. Di sana tersemat kartu identitas bertuliskan: “ADKASI – Hj. RENIE RAHAYU FAUZI, S.H. – BANDUNG”. Tas ini bukan sekadar wadah perlengkapan, melainkan simbol kesiapan untuk “bertempur” demi kepentingan rakyat Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini bukanlah liburan, melainkan full retreat yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) Republik Indonesia bertempat di Akademi Militer (AKMIL) Magelang. Sebagaimana dikutip dari pemberitaan BandungKita.id, fokus utama kegiatan ini adalah untuk menyamakan frekuensi dan membangun sinergitas program pembangunan antara pusat dan daerah.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menyelaraskan langkah. Kita di daerah harus memiliki ritme yang sama dengan visi pembangunan nasional demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Hj. Renie dalam status Whatsappnya di sela-sela kegiatan.

Di bawah terik matahari yang mulai naik, Hj. Renie bergabung dalam Pleton D 1. Foto-foto menunjukkan momen keakraban bersama rekan sejawat. Dalam balutan seragam militer, sekat-sekat politik seolah luruh. Mereka berdiri tegap di lapangan hijau AKMIL, mengepalkan tangan ke arah kamera sebuah simbol kekuatan kolektif dan semangat yang membara.


Momen menarik tertangkap saat Hj. Renie berswafoto (selfie) bersama Ketua Umum ADKASI dan rekan pimpinan dewan lainnya. Senyum sumringah dan pose “finger heart” menunjukkan bahwa meskipun latihan fisik dan materi kebangsaan yang diberikan cukup padat, semangat kekeluargaan tetap terjaga.

Puncak dari rangkaian kegiatan ini ditandai dengan foto bersama seluruh peserta di depan gedung ikonik AKMIL yang megah dengan jam besar di puncaknya. Ratusan pimpinan DPRD berdiri rapi di tangga gedung, menciptakan pemandangan yang impresif. Di sinilah komitmen bersama diteguhkan: bahwa setelah pulang dari Lembah Tidar, setiap pimpinan dewan membawa bekal disiplin dan wawasan kebangsaan yang lebih tajam.

Bagi Hj. Renie Rahayu Fauzi, perjalanan ke Magelang ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa kebijakan di Kabupaten Bandung tidak berjalan sendiri, melainkan beriringan dengan derap langkah pembangunan nasional. Dengan semangat “Semangat”, Ketua DPRD Kabupaten Bandung siap membawa hasil retret ini ke dalam ruang-ruang rapat paripurna dan pengabdian nyata di lapangan.

Dilaporkan kembali berdasarkan dokumentasi kegiatan ADKASI di AKMIL Magelang.(Joe/BandungKita.id)

Comment