SOREANG, Bandungkita.id – Di tengah gegap gempita perayaan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385, spirit “Bandung Bedas” kini tengah diarahkan pada satu target besar: Prestasi gemilang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Namun, di balik optimisme memburu medali emas, sebuah peringatan keras muncul agar tata kelola anggaran tidak tergelincir ke lubang yang sama seperti masa lalu.
Pengamat kebijakan publik, Bilal Alfariz, mengingatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung untuk menjadikan dokumen audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus dana hibah KONI tahun 2012 sebagai “buku saku” pencegahan.
ARTIKEL PILIHAN
“Momentum Porprov 2026 adalah panggung pembuktian bagi Kadispora Dicky Anugrah. Namun, prestasi di lapangan akan menjadi hampa jika secara administratif kita masih menyisakan celah yang bisa menjadi temuan hukum. Kasus korupsi hibah KONI yang diputus tahun 2015 lalu harus menjadi cermin besar,” ujar Bilal Alfariz kepada bandungkita.id, Senin (20/4/2026).
Bilal menyoroti bahwa dalam catatan BPK atas kasus mantan Ketua KONI Hilman Sukirman, titik lemah utama terletak pada penggunaan dana yang tidak sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Saat itu, terdapat dana ratusan juta rupiah yang pengeluarannya tidak diketahui peruntukannya.
BACA JUGA
“Dalam menghadapi Porprov 2026, arus dana hibah dari Dispora ke KONI akan sangat besar. Dicky Anugrah sebagai Kadispora memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap rupiah terkunci dalam NPHD. Jangan ada lagi istilah ‘kepentingan lain’ di luar program yang sudah disepakati,” tegas Bilal.
Terkait langkah Kadispora yang kini memperkuat sinergi satu pintu melalui KONI, Bilal Alfariz menilai hal tersebut sudah tepat secara manajerial. Namun, ia mewanti-wanti agar harmonisasi ini tidak melonggarkan pengawasan.
VIDEO PILIHAN
“Satu pintu itu bagus untuk koordinasi, tapi jangan sampai menjadi satu pintu untuk menutupi administrasi yang buruk. Belajar dari temuan BPK, setiap dana yang keluar harus didukung bukti sah, bukan sekadar Surat Pernyataan Tanggung Jawab (SPTJ) yang formalitas semata,” tambahnya.
Dengan target masuk tiga besar pada Porprov XV Jabar 2026, Dispora Kabupaten Bandung kini terus mematangkan persiapan, mulai dari tes fisik atlet hingga penataan anggaran di APBD Perubahan.
“Optimisme harus tetap tinggi, tapi kewaspadaan tidak boleh turun. Masyarakat Kabupatrlen Bandung Pasti Bangga dan ingin sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, dan yang terpenting adalah sukses administrasi. Jangan sampai piala yang kita raih nanti dinodai oleh pemanggilan-pemanggilan dari aparat penegak hukum di kemudian hari,” tutup Bilal Alfariz. (red/bk)
ARTIKEL PILIHAN





Comment