BANDUNGKITA.ID, SOREANG – Bagi warga di bantaran Sungai Cisungalah atau mereka yang setiap hujan harus ‘akrab’ dengan genangan di Tegalluar dan Rancaekek, kabar dari Jakarta ini mungkin bisa sedikit meredakan rasa was-was saat langit mulai mendung.
Setelah sekian lama menjadi bahan keluhan warga, usulan penanganan banjir di titik-titik krusial Kabupaten Bandung akhirnya mendapat “lampu hijau” dari Pemerintah Pusat. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, resmi menyetujui tiga proyek strategis yang diusulkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS).
Bukan sekadar rencana jangka panjang, proyek ini dipastikan bakal mulai digarap tahun 2026 ini juga.
Langkah ini menjadi jawaban atas kegelisahan menahun warga di wilayah selatan dan timur Bandung.
Selama ini, normalisasi sungai dan pengadaan kolam retensi dianggap sebagai solusi harga mati yang tak bisa ditunda lagi mengingat kerugian materiil dan non-materiil warga yang terus berulang.
Adapun tiga proyek yang akan segera dieksekusi adalah:
1.Normalisasi Sungai Cisungalah: Fokus mengurai masalah luapan air di wilayah Kecamatan Majalaya dan Solokan Jeruk.
2.Kolam Retensi Tegalluar:** Titik parkir air untuk wilayah Bojongsoang yang selama ini jadi “langganan” banjir kiriman.
3.Kolam Retensi Sukamanah: Solusi untuk menampung debit air berlebih di wilayah Rancaekek.
Kepastian anggaran dan pengerjaan dari pusat ini tak lepas dari hasil lobi intensif di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). Bupati KDS menyebut, gerak cepat kementerian ini juga dipicu oleh atensi khusus dari Wakil Ketua DPR RI asal Bandung, Kang Cucun Ahmad Syamsurijal.
“Alhamdulillah, tiga usulan kami langsung disetujui Pak Menteri. Ini kabar gembira yang nyata untuk warga Kabupaten Bandung, karena pengerjaannya akan dimulai tahun ini juga,” ujar KDS dengan nada optimis usai pertemuan di Kantor Kementerian PU.
Meski kabar ini membawa angin segar, publik tentu tidak hanya menanti tanda tangan di atas kertas. Masyarakat kini menunggu alat berat benar-benar turun ke lokasi proyek.
Bupati KDS sendiri berharap, dengan dimulainya normalisasi dan pembangunan kolam retensi ini, beban psikologis warga saat musim hujan bisa berkurang drastis. Sinergi antara Pemkab Bandung, DPR RI, dan Kementerian PU ini diharapkan menjadi titik balik penanganan banjir yang lebih sistematis, bukan sekadar tambal sulam.
“Semoga prosesnya lancar dan cepat terasa manfaatnya. Kita ingin banjir di titik-titik ini segera jadi sejarah,” pungkasnya.
Kini, bola panas ada di tahap eksekusi. Warga Kabupaten Bandung tentu akan terus mengawal agar janji “mulai tahun ini” benar-benar tuntas di lapangan. (BK/Red)





Comment