BandungKita.id, LEMBANG – Baru hari pertama dibuka, Gunung Tangkubanparahu kembali mengalami erupsi pada Kamis (1/8/2019). Tercatat erupsi terjadi sejak pukul 20:46 WIB.
Petugas Pengamat Gunung Tangkubanparahu, Hendra membenarkan adanya erupsi freatik yang kembali terjadi. Namun erupsi tersebut masih di bawah bibir kawah.
“Masih erupsi freatik, tapi ini kecil, masih di dalam kawah, alias masih di bawah bibir kawah,” ujar Hendra saat dihubungi BandungKita.id, Kamis (1/7/2019) malam.
BACA JUGA :
Gunung Tangkubanparahu Erupsi, Hawa Panas Dirasakan Warga Lembang
Erupsi Gunung Tangkubanparahu Ganggu Penerbangan di Wilayah Bandung? Ini Penjelasan Kemenhub
Dalam siaran persnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMNG) menyebutkan, tinggi kolom abu teramati ± 180 m dari dasar kawah (± 2.084 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 11 menit 23 detik.
“Sampai saat ini (22.00 WIB) masih berlangsung. Ada beberapa kali erupsi. Jadi belum bisa dicatat ada berapanya,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Tangkubanparahu tetap waspada akan terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak mendekat kawah aktif dalam radius 500 meter. Sebab dikhawatirkan terkena paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)
Editor : M Zezen Zainal M





Comment