Gawat! BKKBN Sebut Populasi Penduduk Jabar Bisa Tembus 75 Juta Jiwa, Ini Penjelasannya

BandungKita.id, BANDUNG – Populasi penduduk Jawa Barat pada tahun ini diprediksi mencapai 50 juta jiwa. Hal tersebut disebabkan oleh terus meningkatnya angka kelahiran penduduk Jawa Barat.

Bahkan jika tidak dikendalikan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kantor Perwakilan Jawa Barat menyebut angka tersebut akan terus meningkat.

Kepala BKKBN Kantor Perwakilan Jabar, Kusmana, menekankan pentingnya program program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) untuk didukung oleh berbagai pihak, mengingat jumlah 50 juta penduduk terbilang sangat besar.

Bahkan, kata Kusmana, jika tak dikendalikan dan didukung oleh berbagai pihak, jumlah penduduk Jabar berpotensi terus berlipat hingga 75 juta penduduk pada tahun-tahun mendatang.

“50 juta itu bukan jumlah yang sedikit. Dalam 50 juta itu remajanya ada 12,5 juta. Kalau remaja ini menikah, punya anak 2 saja, berarti akan lahir 25 juta lagi penduduk yang akan datang, bertambah lagi menjadi 75 juta,” kata Kusmana dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN Jabar, di Grand Aquila Hotel Jalan Dr Djunjunan No. 116 Bandung, belum lama ini.

Selain besarnya jumlah remaja atau anak muda, lanjut Kusmana, angka lansira pun terbilang besar. “Belum yang lansia, beliau-beliau orang tua kita kan mesti dirawat juga, tidak boleh kita telantarkan. Sebab itu program ini menurut saya ini penting untuk mendapatkan perhatian dan dukungan,” tambah Kusmana.

Guna mendekatkan program BKKBN untuk pengendalian penduduk kepada generasi muda, kata dia, pihaknya terus merancang program dan inovasi untuk lebih bisa diterima kaum milenial.

“Saat ini generasi remaja, di Jawa Barat khususnya, hampir 25 persen penduduknya remaja. Mereka konotasinya tidak lagi bisa menerima bahasa-bahasa yang lama. Kita harus mendidik mereka sesuai dengan zamannya. Itu sebab mengapa BKKBN mencoba untuk me-rebranding pesan dengan sasaran milenial,” kata Kusmana.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan besarnya jumlah penduduk merupakan tantangan yang memerlukan dukungan semua pihak. Sebab, pengendalian yang tidak maksimal dapat melahirkan dampak negatif jangka panjang, seperti kemiskinan, pengangguran, hingga penurunan kualitas kesehatan dan lingkungan.

Atalia mengaku bangga dengan BKKBN Jawa Barat khususnya, termasuk juga nasional, karena mereka menghadirkan sentuhan-sentuhan langsung pada target sasaran dengan inovasi. “Jadi muncul nama baru Banggakencana itu juga saya kira satu langkah yang sangat strategis sekali bagaimana kemudian masyarakat lebih mendekatkan diri kepada program-program BKKBN ini,” katanya.

BACA JUGA: Di antaranya Menyehatkan Jantung, Inilah tujuh Manfaat Olah Raga Jalan Kaki

BACA JUGA: Waduh! Oknum ASN KBB Gelapkan Setoran Pajak Senilai Ratusan Juta Rupiah, Begini Modusnya

BACA JUGA: Woow! Diam-diam Yamaha Tengah Siapkan Motor Sport R25 Tiga Silinder

.

“Kami (PKK) yang paling dekat dengan warga, sehingga program dari BKKBN atau terkait dengan pengendalian penduduk dan keluarga berencana ini yang paling dekat adalah melalui kami di posyandu dan juga dasawisma. Oleh karenanya, kami siap untuk bekerja sama dengan pemerintah, selama ini juga sudah sangat baik dengan kegiatan kesra PKK KKBPK dan mungkin sekarang ada perubahan nama, tapi itu sudah kami lakukan secara bertahun-tahun sampai hari ini,” ujarnya.

“Jawa Barat ini diprediksi tahun ini mencapai 50 juta penduduk, mereka rata-rata kelahirannya juga tinggi, sehingga saya kira ini PR untuk kita semua. Karena ketika pengendalian terkait dengan penduduk ini tidak bisa dilakukan secara maksimal maka akan banyak sekali dampaknya, mulai dari kemiskinan, pengangguran, kualitas kesehatan lingkungan, dan ini dampaknya luar biasa,” tutur Atalia.

Untuk itu Atalia berharap program kolaboratif ini akan terus berkembang guna memudahkan BKKBN dalam menjangkau target sasaran dan mencakup isu-isu strategis kependudukan, sehingga visi masyarakat yang sehat dan sejahtera dapat digapai.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa terus berkembang, bisa terus langsung menohok kepada sasaran. Mudah-mudahan target, khususnya untuk masyarakat yang sehat sejahtera dan juga berkualitas bisa terlaksana,” katanya. (*)

Editor: Ayi Kusmawan

Comment