PERISTIWA, Bandungkita.id — Beredar unggahan video memperlihatkan ketegangan antara relawan pemadam kebakaran Gunung Gede dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan (Sekjen Kemenhut) RI, Mahfudz, di depan Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Selasa (11/8/2026).
Aksi tersebut terpicu lantaran pihak pejabat melontarkan klaim bahwa kondisi kebakaran di area Kawah Wadon dan sekitarnya sudah kondusif, padahal kobaran api di lapangan dilaporkan justru makin membesar.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari akun Cireks Medsos, potongan video merekam momen relawan menyetop secara paksa mobil dinas bernomor polisi B 1138 PQI yang ditumpangi oleh Mahfudz. Seorang relawan kawakan berbaju kuning, Aki Mada, tampak meluapkan amarahnya dan menuntut permintaan maaf terbuka dari Sekjen Kemenhut.
“Relawan dan warga berkorban nyawa di atas, ratusan saudara saya di atas! Mana Taman Nasional?! Malah dibilang kondusif! Update terbaru api membesar!” cetus Aki Mada dengan nada tinggi sembari ditenangkan oleh sejumlah petugas di lokasi.
Klaim kondusif dari pejabat publik tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan realita kritis yang dihadapi para petugas gabungan dan warga lokal di lereng gunung.
Butuh Alat Penyemprot dan Posko Terpadu
Operator Posko Relawan, Mega, mengonfirmasi bahwa ada sekitar 120 relawan yang terus berpacu dengan waktu menjinakkan titik-titik api di kawasan Kawah Wadon.
Ia membeberkan bahwa pihak Balai Besar TNGGP baru bergerak membangun posko terpadu di area Kandang Badak tepat setelah aksi protes keras yang dilayangkan Aki Mada.
“(BBTNGGP) baru mau bangun posko setelah ada aksi itu,” lugas Mega saat dihubungi wartawan, Selasa (11/8/2026) sore.
Saat ini, kondisi relawan di lapangan dilaporkan sangat terbatas dari segi sarana penanggulangan. Alat-alat vital seperti kantung air (water bag) beserta perlengkapan penyemprotnya menjadi kebutuhan paling mendesak.
“Kalau ada yang punya dan bisa dipinjamkan, kami sangat butuh alat itu,” tambah Mega.
Sementara itu, Humas BBTNGGP, Agus Deni, mengonfirmasi situasi tersebut melalui siaran pers resmi Nomor: PG 21/T.2/TU/HMS.01.03/B/08/2026. Pihak balai membenarkan bahwa hingga saat ini titik-titik api masih terus memicu kebulan asap di kawasan Kawah Wadon dan penanganan maraton masih terus berlangsung.(Dhomz/Bangkit)





Comment