oleh

Mitigasi Bencana, Pemkot Bandung Luncurkan Aplikasi “Sitaruna Bandung”. Apa Saja Manfaatnya?

BandungKita.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan beragam upaya sebagai langkah mitigasi bencana. Selain lewat penguatan regulasi, Pemkot Bandung telah merilis sebuah aplikasi bernama “Sitaruna Bandung” atau kepanjangan dari Sistem Informasi Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana di Kota Bandung.

Kepala Sub Bidang Perencanaan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Bappelitbang Kota Bandung Andry Heru Santoso mengatakan, aplikasi ini merupakan pengembangan sistem informasi tata ruang berbasis mitigasi bencana.

Aplikasi ini menyediakan data dan informasi perencanaan tata ruang yang terintegrasi dengan kerawanan bencana secara lebih komprehensif dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat.

“Melalui inovasi Sitaruna Kota Bandung ini warga bisa mengetahui daerah mana saja yang memiliki potensi bencana. Mulai dari kebakaran, banjir, longsor, gempa bumi hingga letusan gunung berapi,” ujar Andry kepada BandungKita.id, Minggu (14/10).

BACA JUGA :

Andry menuturkan, selain dapat diunduh lewat perangkat ponsel pintar, masyarakat juga dapat mengakses laman sitaruna.cityplan.id sehingga masyarakat lebih memahami tentang upaya mitigasi bencana.

“Jadi di sini ada data atau peta terkait peta dasar dan rencana tata ruang misalkan untuk perumahan. Nah di lokasi itu nanti akan terinformasikan kerawanan bencana apa yang ada di situ misalkan banjir, longsor, gempa. Sehingga masyarakat bisa tahu (ada kerawanan bencana apa),” katanya.

Andry mengungkapkan, bahwa aplikasi Sitaruna ini masih tahap pengembangan. Ke depan pihaknya akan terus menyempurnakan, agar lebih terintegrasi dengan beragam aspek lainnya.

“Ke depan kita integrasikan dengan aplikasi yang lain seperti syarat perpanjangan IMB. Hadirnya aplikasi ini diharapkan menjadi embrio ke depan agar proses perizinan bisa diperketat. Untuk saat ini sifatnya masih prototype, tapi ke depan kita akan kumpulkan data yang lebih komprehensif dengan skala yang lebih luas ke dalam materi yang lebih banyak disosialisasikan,” kata Andry. (BKI/BandungKita.id)

Komentar