by

EKSKLUSIF : Terungkap! Sepatu Atlet KBB Ternyata Sepatu KW : Begini Pengakuan Bagian Pengadaan

BandungKita.id, KBB – Kegaduhan soal sepatu yang digunakan para atlet Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Porda 2018 di Kabupaten Bogor akhirnya terungkap.

BandungKita.id berhasil mengungkap fakta bahwa sepatu yang digunakan para atlet KBB merupakan sepatu bajakan atau KW. Hal tersebut diungkapkan oleh Pejabat Pengadaan Perlengkapan atlet Porda KBB, Nurhidayat.

Nurhidayat mengakui bahwa sepatu yang dikeluhkan para atlet KBB cepat rusak bahkan jebol itu adalah bukan sepatu Adidas asli atau original. Menurutnya, sepatu yang digunakan atlet KBB harganya di bawah Rp 200 ribu.

“Harganya Rp 200 ribu, tapi kita tawar jadi Rp 190 ribu per pasang. Di SPK (Surat Perintah Kerja)-nya juga Rp 190 ribu,” ujar Nurhidayat saat dihubungi BandungKita.id melalui ponselnya, Kamis (25/10).

BACA JUGA :

Dijelaskan Nurhidayat, sepatu tersebut bukanlah sepatu yang digunakan atlet untuk bertanding. Sepatu seharga Rp 190 ribu itu merupakan sepatu untuk keperluan defile dan digunakan atlet sehari-hari selama Porda berlangsung.

Atlet KBB yang akan bertanding, kata dia, tidak menggunakan sepatu itu melainkan menggunakan sepatu lain yang disediakan oleh masing-masing cabang olahraga (cabor).

“Itu memang Adidas KW. Kalau Adidas asli kan harganya di atas sejuta,” ungkapnya.

Nurhidayat mengaku tidak mengetahui secara detail kualitas sepatu yang disediakan olehnya. Sebab, kata dia, pihaknya hanya mengikuti spek atau spesifikasi yang diminta KONI KBB pada dokumen kontrak pengadaan.

“Jadi saya itu diminta tolong oleh KONI KBB untuk menyeleksi secara normatif karena banyak yang menawarkan. Karena ini (pengadaan) melalui Penunjukan Langsung (PL),” beber dia.

Ketika disinggung perusahaan apa yang melakukan pengadaan sepatu untuk atlet dan ofisial KBB tersebut, ia mengaku tidak ingat.

“Waduh kalau nama perusahaannya saya lupa lagi. Saya harus lihat laptop dulu,” ucap Nurhidayat.

Ia menjelaskan pengadaan sepatu untuk atlet dan ofisial KBB tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 180 juta lebih. Angka sebesar itu dibelanjakan untuk membeli sekitar 850 pasang sepatu.

Selain sepatu, Nurhidayat sebagai Pejabat Pengadaan juga mengaku diminta bantuan KONI KBB untuk melakukan pengadaan perlengkapan atlet lainnya seperti training kontingen, tas, topi dan lain-lain.

Hanya saja, pria yang juga ASN di Pemkab Bandung Barat itu mengaku tidak mengetahui berapa total anggaran yang dialokasikan untuk membeli perlengkapan atlet KBB tersebut.

“Pokoknya pengadaan perlengkapan itu totalnya di bawah Rp 200 juta untuk masing-masing item. Training di bawah Rp 200 juta, tas juga sama di bawah Rp 200 juta, karena semuanya Penunjukan Langsung,” tutur Nurhidayat.

Sebelumnya, soal buruknya kualitas sepatu atlet KBB ini banyak dikeluhkan para atlet, pelatih dan ofisial. Sebab, sepatu yang disediakan KONI KBB itu sudah jebol ketika baru digunakan beberapa hari.

Bahkan Wakil Bupati KBB Hengky Kurniawan juga sejak awal menduga bahwa sepatu atlet KBB itu merupakan produk aspal alias KW. Hengky mengaku banyak menerima keluhan soal sepatu dari para atlet.

“Saya juga mendapat sepatu yang kalau dari kardusnya, salah satu produk bermerek. Tapi karena saya tahu sepatu dan menggunakan beberapa merek juga, saya menilai itu palsu. Kardusnya bermerek, tapi sapatunya aspal (produk bajakan/KW). Tak seperti yang biasa saya pakai. Makanya saya pengen cek anggarannya,” ungkap Hengky ketika itu (BandungKita.id (16/10).(ZEN/BandungKita.id)

Comment