oleh

Ridwan Kamil Launching Desa Digital, Ini Tujuan dan Kelebihannya

BandungKita.id, INDRAMAYU – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Desa Digital di desa Puntang Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Desa digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

“Hari ini kita tunjukkan ke dunia bahwa ada desa di Indramayu yang menjadi percontohan nasional tentang transformasi dari manual ke digital,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil dalam rilis yang diterima BandungKita.id, Selasa (12/11/2018).

Emil mengungkapkan, desa digital akan dikembangkan ke 5.300 desa di seluruh Jabar. Nantinya seluruh pelayanan publik di desa akan di digitalisasi, terkoneksi dengan jaringan nirkabel, memiliki command center, akun media sosial untuk promosi dan berita, sistem e-commerce serta memiliki aplikasi yang sesuai dengan karakter dan potensi ekonomi di tiap desa.

“Kita memulai visi digital inklusif untuk mengurangi ketimpangan dengan memulai program desa digital yang ekonomi utamanya di bidang perikanan untuk desa Puntang ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Desa Puntang memiliki potensi perikanan yang besar khususnya lele dengan total luas area kolam 22.000 hektar atau 25.000 kolam. Namun memiliki kendala pada proses budidaya, teknologi yang kurang memadai, proses pasca panen belum optimal dan akses pasar yang sulit.

Untuk itu, kata Emil, melalui aplikasi e-Fishery sebagai bagian dari program ini, metode pemberian pakan lele diatur waktu dan jumlahnya secara ilmiah di handphone para peternak. Sebanyak 225 peternak lele di desa tersebut pun diberikan bantuan berupa smartphone.

“Nanti mereka menggunakan smartphone itu sebagai acuan dalam penaburan pakan,” katanya.

Sehingga terjadi efisiensi pakan dan jumlah panen yang biasanya hanya 3-4 kali pertahun bisa menjadi 6 kali. Dampaknya perekonomian warga akan meningkat karena diprediksi perputaran penjualan lele pertahun di Indramayu dari Rp 1 Triliun akan meningkat 2 kali lipat.

Dalam pelaksanaan program ini, Pemprov Jabar menggandeng berbagai pihak seperti kerjasama dengan PT Telkomsel untuk penyediaan infrastruktur dan jaringan, aplikasi dari e-Fishery, PT Japfa untuk penyediaan pakan, Bank BJB untuk bantuan modal serta Telkom University yang akan memberikan pelatihan kepada warga.

Emil mengatakan, bila program ini telah diterapkan di seluruh Jabar maka perekonomian akan meningkat pesat dan warga desa tidak perlu lagi hijrah ke kota.

“Karena kami akan turun membantu infrastruktur yang namanya peradaban digital. Masyarakat desa sudah harus melek teknologi dan ini adalah solusi meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” ucap Emil.

Dalam kesempatan itu, diresmikan pula penggunaan saung teknologi perikanan yang berfungsi sebagai etalase budidaya lele, learning center dan peningkatan nilai produk.(ZEN/BandungKita.id)

Komentar