oleh

TAP Bentukan Gubernur Jabar Dinilai ‘Hadiah’ untuk Keluarga dan Tim Sukses, Begini Penjelasan Ridwan Kamil

BandungKita.id, BANDUNG – Pengamat Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung Asep Saiful Muhtadi menilai pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jawa Barat sarat konflik kepentingan. TAP dipandang sebagai ‘hadiah’ dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil bagi para pendukungnya di Pilgub Jabar 2018 lalu.

Keberadaan TAP Jabar yang dipimpin Rektor Unpad Tri Hanggono menjadi polemik dan perbincangan hangat di tengah publik. Karena tim yang dihuni 19 orang tersebut terdapat sejumlah timses dan keluarga Ridwan Kamil.

Menurutnya konflik kepentingan di tubuh TAP Jabar sangat terasa. Mengingat sebagiannya merupakan orang-orang yang berjasa mengantarkan Ridwan Kamil menduduki jabatan Gubernur Jabar.

“Pasti akan terasa (konflik kepentingan). Mungkin RK (Ridwan Kamil) sedang berbaik hati dengan timsesnya, hitung-hitung hadiah lah,” kata Asep seperti dikutip dari detik.com.

Ia mengaku tidak melihat urgensi dibentuknya TAP Jabar. Sebab, sepengetahuannya SDM yang ada di Pemprov Jabar sudah sangat cukup dan mumpuni untuk menjalankan program pembangunan.

BACA JUGA :

Ini Kata Pemprov Jabar Soal Uu Absen di Sidang Kasus Bansos Tasikmalaya

 

Anggaran dari Pemprov Jabar Tak Sesuai Harapan, Bupati Garut Pesimis Rampungkan RPJMD

 

 

“Ya sebetulnya tidak terlalu mendesak diperlukan, karena sudah ada program kerja, program pembangunan sudah jelas, tim ahli ada dan DPRF sudah siap. Jadi buat apa lagi membentuk tim lain, terlalu banyak tim pembangunan ini,” ungkap dia.

Soal tujuan TAP untuk memuluskan alur koordinasi antar OPD dan menjembatani hubungan dengan pemerintah pusat, menurutnya SDM yang ada sudah bisa mengakomodir hal tersebut.

“Apakah kurang dengan lembaga yang sudah ada? Dengan tim ahli, pengawasan juga sudah ada. Urgensi tidak begitu terlihat,” tutur dia.

Menanggapi polemik pembentukan TAP yang sebagian diisi keluarga dan orang-orang yang berjasa mengantarkan Ridwan Kamil menjadi Jabar 1, Gubernur Jabar Ridwan Kamil akhirnya angkat bicara.

Terlebih, setelah publik menyoroti keberadaan adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman dalam tim TAP bentukan Ridwan Kamil tersebut. Emil, sapaan akrab Ridwan, mengklaim adiknya tersebut memiliki kompetensi ilmu di bidang ekonomi.

BACA JUGA :

Pemprov Jabar Targetkan 200 Koperasi Terdigitalisasi Tahun Ini

 

 

TAP Jabar dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 060.1/Kep.1244-Org/2018 yang dikeluarkan pada 27 November 2018. Tim itu diketuai Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad dan diisi oleh belasan orang dengan latar belakang berbeda.

Beberapa orang yang berada di dalam TAP dan yang menjadi sorotan publik diantaranya adalah mantan Komisioner KPU Jabar Ferdhiman Putera Bariguna, adik kandung Ridwan Kamil Elpi Nazmuzzaman, mantan tim sukses di Pilgub Jabar Lia Endiani, Sri Pujiyanti dan Arfi Rafnialdi yang menjabat sebagai Ketua Harian TAP.

Emil beralasan memasukan adiknya dalam TAP karena sang adik memiliki keahlian langka. Elpi ahli antimonopoli perekonomian sehingga dibutuhkan keilmuannya.

“Ada yang masalahkan adik saya. Beliau ini makhluk langka. Speknya ini ahli antimonopoli, lulusan Australia dan dosen Unpad,” kata Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Dengan latar belakang keilmuannya, Emil menyebut adiknya akan mampu memberi masukan yang baik untuk pembangunan Jabar. Salah satunya program pengembangan satu desa satu perusahaan.

“Saya butuh input-input (masukan),” ucap Emil.

Kemudian, menurut dia, Elpi ikut menandatangani pakta integritas. Surat itu menjadi salah satu jaminan adiknya itu bekerja sesuai aturan yang ada.

“Semua sudah tanda tangan pakta integritas,” ujarnya.

Emil juga menjelaskan mengenai keberadaan mantan Komisioner KPU Jabar Ferdhiman Putera Bariguna. Dia menyatakan, eks komisioner KPU itu diminta bantuan untuk memberinya masukan soal dunia politik.

“Jadi gubernur ini makhluk politik. Dua orang berpolitik di Jabar ini hanya dua, sisanya enggak boleh. Gimana saya lancar dengan dewan, ada ketemuan lobi-lobi kepentingan kebaikan,” tutur Emil.(M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

 

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar