oleh

Pemilu Tinggal Hitungan Hari, Surat Suara Capres Belum Datang, Ini Tanggapan KPU Garut

BandungKita.id, GARUT – Meski pemilihan umum(Pemilu) tinggal hitungan hari saja. Namun surat suara capres-cawapres masih belum diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut. KPU memperkirakan, surat suara baru akan diterima pada akhir bulan ini.

Menurut Ketua KPU Garut, Junaidin Basri, mengatakan rencananya surat suara capres akan diterima pada pertengahan Maret. Namun terjadi pengunduran jadwal dari pihak percetakan hingga molor sampai akhir Maret.

“Alasannya kami juga kurang tahu. Percetakannya dari Kudus dan baru akan dikirim besok (hari ini),” ucap Junaidin saat dihubungi, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Kades Cimareme Garut yang Ajak Pilih Jokowi Jadi Tersangka

Junaidin menyebut, surat suara tersebut akan tiba di Garut sekitar tanggal 29 atau 30 Maret. Sedangkan surat suara yang lain sudah diterima KPU sejak awal Maret. Proses pelipatan dan penyortiran surat suara capres pun baru akan dimulai pada awal April.

“Tanggal 2 April baru akan dimulai sortir dan lipatnya di Gudang Pasirmuncang. Tapi tidak akan memakai jasa dari warga lagi. Kami akan kerahkan PPK dan PPS untuk melakukan pelipatan,” katanya.

Untuk empat surat suara lain, lanjutnya, sudah selesai dikerjakan pada 23 Maret. Pihaknya optimistis, pelipatan surat suara capres bisa selesai sebelum pendistribusian logistik.

“Nanti setiap PPK akan mengirimkan 10 orang. Jadi bisa cepat melakukan pelipatannya. SOP nya tetap sama seperti sortir lipat kemarin. Identitasnya harus jelas dan ada surat tugas,” ujar Junaidin.

Garut menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang lambat menerima logistik Pemilu. Padahal jumlah pemilih di Garut cukup besar yakni sebanyak 1.895.560.

Keterlambatan itu sempat dikritik Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Potensi kekurangan logistik dikhawatirkan terjadi karena surat suara yang belum datang

“Masih ada cukup waktu untuk pelipatan sampai ke hari pendistribusian. Maksimal kan H-1 sebelum pemungutan sudah ada di lokasi,” pungkasnya. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar