oleh

Dituntut 11 Tahun Penjara, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Pengeroyok Haringga

BandungKita.id, BANDUNG – Kuasa hukum terdakwa pengeroyokan Haringga Sirla, Dadang Sukmawijaya menghormati tuntutan yang disampaikan JPU. Meski begitu, pihaknya akan menyampaikan poin-poin keberatan atas tuntutan tersebut dalam nota pembelaan.

“Memang tuntutan sudah dibacakan. Kami hargai isi tuntutan berkaitan hak jaksa. Tapi kami penasihat hukum berpersepsi lain, nanti di pembelaan akan kami tuangkan,” kata Dadang selepas sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (9/4/2019) kemarin.

Seperti diketahui, 7 terdakwa pengeroyok Haringga Sirla dituntut penjara dengan lama kurungan berbeda beda. Terdakwa Aditya Anggara dituntut 11 tahun penjara, Dadang Supriatna dituntut 10 tahun penjara, Goni Abdulrahman dituntut 9 tahun penjara, Budiman dituntut 11,5 tahun penjara, Aldiansyah dituntut 11,5 tahun penjara, Cepi dituntut 8 tahun penjara, Joko Susilo dituntut 7 tahun penjara.

BACA JUGA:

H-4 Masa Tenang, Kampanye Capres 01 Masih Libatkan Anak-anak

 

Prabowo Gebrak Meja, Ma’ruf Amin: Pemimpin Itu Jangan Cepat Emosi

 

Sementara itu, JPU dari Kejaksaan Negri Bandung menilai tuntutan tersebut setimpal atas apa yang diperbuat para terdakwa. Tak hanya merenggut satu nyawa, pengeroyokan tersebut cukup meresahkan masyarakat.

“Para terdakwa sangat meresahkan masyarakat. Perbuatan para terdakwa juga tergolong sadis karena melakukan kekerasan kepada korban yang sudah dalam keadaan tak berdaya,” kata Jaksa, yang juga Kasi Pidum Kejari Bandung, Agus K. Alam.

Agus meyakini, para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pengeroyokan hingga sesuai dakwaan kedua yakni pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana.

“Yang jelas kami tim JPU (jaksa penuntut umum) berkeyakinan terdakwa terbukti bersalah melakukan kekerasan,” ucapnya. (Tito Rahmatullah/BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar