oleh

Sebarkan Pesan Ajakan Meledakkan Kantor KPU, Guru Agama di Garut Diamankan Polisi

BandungKita.id, GARUT – AS (54) salah seorang guru agama di salah satu Sekolah Menengah Tinggi (SMA) di Kecamatan Cibatu, Garut, diamankan Kepolisian Resor Garut. AS Diamankan Polres Garut karena menyebarkan informasi hoaks dan menyerukan ajakan untuk meledakkan Ibu Kota Jakarta.

Seruan tersebut disebarkan melalui pesan grup sosial media WhatsApp beberapa waktu yang lalu. AS nenyebarkan informasi yang ia dapatkan dari Grup WhatsApp.

“Pesan tersebut berupa ajakan untuk mengebom Ibu Kota (Jakarta) pada 22 Mei (Besok),” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Garut, Selasa (21/5/2019).

Baca juga:

Selama Musim Mudik, Delman di Garut Dilarang Beroperasi

 

Menurutnya AS menyebarakan ujaran kebencian, hoaks dan hate speech ke beberapa grup WhatsApp. Didampingi Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menerangkan, pihaknya melakukan penangkapan kepada AS pada Sabtu (18/5/2019). Tersangka diamankan di rumahnya, di Kampung Jatijajar, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu.

“Dari laporan polisi pada 18 Mei, penyidik lalu melakukan penyelidikan hingga penyidikan. Dari pemeriksaan saksi-saksi, dapat tindakan pidana dan ditetapkan tersangka,” ujar Trunoyudo.

AS merupakan seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di salah satu SMA di Cibatu. Pesan teror itu berisi ancaman pengeboman massal di Jakarta pada 21 sampai 22 Mei.

“Pesan itu disebarkan tersangka ke beberapa grup whatsapp. Seperti grup PAI, media Islam, sedulur Banten, SGT, dan Indonesia for Palestin,” ucapnya.

Baca juga:

Rudy Gunawan Larang ASN Ikut Aksi 22 Mei, Pegawai yang Melanggar Bakal Dipecat

 

Penegakkan hukum yang dilakukan, tambahnya, merupakan tindakan terakhir. Selama ini kepolisian sudah melakukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran hoaks.

Terkait lokasi ancaman pengeboman tersebut, Trunoyudo menyebut tak ada lokasi jelas yang dituliskan. Hanya ada keterangan daerah Jakarta yang jadi sasaran pengeboman.

“Yang jelas ini semua hoaks. Pelaku asal menyebarkan informasi yang diterimanya. Kami masih mendalami darimana pelaku dapat informasi tersebut,” katanya.

Trunoyudo menambahkan, pelaku secara sadar menyebarkan informasi tersebut. Selain ke whatsapp grup, informasi itu juga disebarkan tersangka AS ke beberapa kontak pribadinya.

Sementara itu, AS mengaku mendapatkan pesan tersebut dari Grup WhatsApp Pasangan Calon President dan Wakil President No urut 2. Meski sudah dikirim ke beberapa grup, namun AS mengaku bahwa handphonenya mengalami eror.

“Pesannya (ancaman pengeboman) dari grup Prabowo Sandi, saya hanya membaca dan tidak berniat untuk mengshare. Kayaknya ada sedikit eror di hp, lalu adanya pesan itu lalu terjadi pengiriman pesan,” katanya.

Baca juga:

Kabupaten Garut Darurat Sampah, Pemda Dinilai Tidak Serius Tangani Sampah

 

Pesan tersebut didapatkan AS pada Kamis (16/5/2019) sore dari salah satu grup. Ia kemudian menyebarkan pesan tersebut ke beberapa grup lainnya pada Kamis malam.

Isi pesan yang disebarkan AS yaitu:

MARI HANCURKAN PERUSAK NKRI.
UNDANGAN PENGEBOMAN MASSAL DI JAKARTA!!!
PERANG BADAR DILAKUKAN KETIKA RAMADHAN, MARI KITA BERPERANG DI BULAN RAMADHAN INI,, INGAT TANGGAL 21-22 MEI !!!.
CATATAN : Bagi yang ingin membantu jihad kami, dapat datang ke Jl. HOS Cokroaminoto No.91, Menteng, Jakarta untuk mengambil peralatan peledakan (jangan membawa antum)
#2019PrabowoHarusPresiden
#KPUCurang

Trunoyudo menegaskan, isi pesan tersebut merupakan hoaks. Pihaknya masih mendalami pembuat awal pesan tersebut.

“Belum ditangkap (pembuat pesan). Masih ditelusuri untuk pembuatnya. Pesan yang disampaikan itu sudah membuat takut masyarakat,” katanya.***(M Nur el Badhi).

Editor: Restu Sauqi

 

Komentar