oleh

SMPN 1 Leuwigoong Dilalap Si Jago Merah

BandungKita.id, GARUT – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Leuwigoong, di Desa/Kecamatan Leuwigoong, Minggu (26/5/2019) petang terbakar. Masyarakat sekitar dan aparat pun langsung berupaya memadamkan kobaran api akan tetapi api terus membesar.

Menurut Kapolsek Leuwigoong, IPTU Iwan Soleh, peristiwa itu terjadi sekitar puku 17.30 WIB, bertepatan saat warga tengah mempersiapkan buka puasa.

“Kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB, saat orang-orang tengah mempersiapkan untuk buka puasa,” ujar Iwan.

Baca juga:

Praktik Prostitusi Online di Garut Ditawarkan Melalui Aplikasi Michat, Segini Tarifnya Sekali Kencan

 

Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga sekitar sempat membantu memadamkan kobaran api. Namun akibat keterbatsan peralatan yang digunakan, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, membuat api sulit dipadamkan dan cepat membesar.

Iwan menyebutkan, kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) diterjunkan ke lokasi pada pukul 19.40 WIB. Petugas Damkar dibantu aparat keamanan dan warga berupaya keras melokalisir api agar tidak merembet ke ruangan lainnya.

Berdasarkan keterangan Asep Sunjaya (37), karyawan TU di SMPN 1 Leuwigoong, Iwan menjelaskan api pertama kali muncul dari plapon atap genting di ruang Bimbingan dan Penyuluhan (BP) sekitar pukul 17.30 WIB. Tak lama, api kian membesar dan terus merembet ke bagian lainnya.

Baca juga:

Bikin Heboh, Artis Preman Pensiun Jualan Kicimpring di Simpang Lima Garut

 

“Menurut keterangan saksi, api muncul karena diduga terjadi konsleting listrik di bagian atap ruangan BP. Percikan api dari kabel diduga mengenai barang yang mudah terbakar hingga akhirnya api terus membesar dan merembet,” kata Iwan.

Akibat kejadian tersebut ruangan BP di SMPN 1 Leuwigoong serta barang-barang yang ada di dalamnya seperti dokumen kesiswaan, komputer dan data siswa, hangus terbakar. Namun masih ada sebagian dokumen yang masih sempat diselamatkan.

“Menurut pihak sekolah, kerugian materil yang timbul akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp 60 juta. Pihak sekolah masih bersyukur karena musibah tersebut terjadi pada hari libur dan petang dimana tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut,” pungkasnhya.***(M Nur el Badhi)

Editor: Restu Sauqi

Komentar