by

Anggap Strategis, Diaz Hendropriyono: Masalah Sampah Berdampak Pada Harga Diri Bangsa

BandungKita.id, NASIONAL – Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono menuturkan persoalan sampah di Indonesia belum juga menemui titik terang.

“Kita tahulah memang Indonesia menghasilkan sekian juta ton sampah, payung hukum sudah ada. Tapi dari berbagai masalah yang telah dihandle, tampaknya masalah sampah masih menjadi masalah kita,” kata Diaz saat menjadi pembicara di Rumah Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (14/8/2019) pagi.

Menurut Diaz, permasalahan sampah tidak hanya berdampak kepada isu kesehatan, pariwisata dan perekonomian tetapi juga harga diri kita sebagai sebuah bangsa.

BACA JUGA:

Kesadaran Warga Garut Bayar BPJS Masih Rendah, Tunggakan Capai Rp 50 Miliar

 

Karena itu, Diaz tidak setuju dengan pandangan yang mengatakan, bahwa masalah sampah tidak seksi dan strategis.

“Itu sangat-sangat berpengaruh terhadap pencapaian visi Indonesia menjadi negara maju,” tegasnya.

Staf Khusus Presiden itu lantas mengkritik keras perilaku sejumlah orang yang membuang sampah di sungai atau di laut. Ia mengingatkan pada peradaban kuno, Mesopotamia dan Irak maju dan berkembang karena memiliki Sungat Eufrat dan Tigris.

Demikian juga Mesir maju karena memiliki Sungai Nil, yang merupakan sungai terpanjang di dunia.

BACA JUGA:

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Selatan Jawa Barat

 

Bahkan Kerajaan Sriwijaya kejayaannya pernah sampai ke wilayah Thailand, Vietnam, dan Kamboja karena Sungai Musi. Begitu Sungai Musi penuh lumpur, kapal-kapal ngga mau berlabuh.

Setelah itu muncul Majapahit yang berada di antara Sungai Brantas dan Bengawan Solo. Sama dengan Mesopotamia di antara Eufrat dan Tigris.

“Jadi, peradaban kuno itu kerajaan-kerajaan maju karena sungai, lha kok sekarang sungainya jadi tempat sampah. Makanya siapa bilang sampah itu bukan masalah strategis,” ucap Diaz.

Comment