by

Angka Perceraian Masih Tinggi, Atalia Kamil Genjot ‘Sekoper Cinta’

Bandungkita.id, BATUJAJAR – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ambasador Sekoper Cinta, Atalia Kamil sebut kasus perceraian di Jawa Barat mencapai 33 ribu kasus. Dari angka tersebut, kasus perceraian didominasi akibat faktor ekonomi.

“Angka di Jabar sendiri sangat tinggi, termasuk terkait perceraian itu mencapai 33 ribu kasus dan rata-rata ini karena faktor ekonomi,” ucapnya di sela-sela kunjungan ke Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, KBB, Selasa (20/8/2019).\

Baca juga:

Gedung Sate Akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

 

Atalia mengatakan, kehadiran Sekoper Cinta di 27 kabupaten/kota se-Jabar, bertujuan untuk meminimalisir berbagai kasus rumah tangga yang berujung pada meningkatnya angka perceraian. Dia berharap, perempuan-perempuan yang mengikuti program Sekoper Cinta tersebut mampu menghasilkan karya dan mandiri secara ekonomi.

“Hadirnya Sekoper Cinta ini terkait dengan bagai mana mengurangi berbagai kasus yang muncul di Jabar seperti perceraian, KDRT, traficking kemudian juga stunting. Termasuk juga hal lain yang berkaitan dengan pernikahan dini,” ungkapnya.

Sementara, materi yang akan disampaikan pada Sekoper Cinta meliputi pendidikan perempuan dan hubungan rumah tangga yang baik. Materi-materi tersebut ditujukan untuk mengurangi tingkat perceraian dan kekerasan dalam keluarga.

Baca juga:

Atalia Kamil Ajak Kaum Milenial Cinta Produk Indonesia

 

“Terkait dengan permasalahan dalam keluarga, misalnya terkait krisis keluarga termasuk juga bagaimana menanggulangi kecelakaan pertama di rumah tangga dan juga bagai mana mereka siap menghadapi tantangan digitalisasi di era modern ini. Kami berharap bahwa betul-betul yang disampaikan itu tepat sasaran di Jabar,” katanya.

Atalia mengklaim, kehadiran program tersebut ditanggapi dengan baik oleh warga KBB khususnya di Kecamatan Batujajar. Peserta yang hadir di Desa Galanggang mencapai 100 perempuan.

“Mudah-mudahan ini mampu untuk terus membuat perempuan wilayah Galanggang ini menjadi perempuan yang mandiri,” pungkasnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Comment