by

Bandung Dinilai Sudah Tak Representatif, Ibu Kota Provinsi Jawa Barat Bakal Pindah

BandungKita.id, BANDUNG – Tak hanya pemindahan ibu Kota Indonesia yang tengah hangat di bahas. Ternyata, wacana pemindahan ibu kota Jawa Barat pun, kini mulai mencuat.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut wacana itu sudah memasuki tahap pembahasan. Dan keputusannya menunggu hingga enam bulan ke depan.

“Kajian akan dilaksanakan mungkin 6 bulan ke depan. Nanti dikabari lagi. Pilihan tempat sebetulnya terbuka (di mana pun) tapi yang direncanakan sementara 3 tempat dulu,” Kata Ridwan Kamil, di Grdung Sate, Kamis (29/8/2019).

Tiga lokasi yang dimaksud Ridwan Kamil yakni Kawasan Walini di Kabupaten Bandung Barat, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dan Kawasan Segitiga Cirebon, Patimban, Majalengka (Rebana).

Emil mengatakan pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu mengkaji secara mendalam sebelum menentukan apakah perpindahan tersebut jadi dilaksanakan atau ditunda.

Baca juga:

Pendidikan Gratis Bagi MA dan SMA di Jawa Barat Ditargetkan Mulai Tahun 2020

 

Kajian tersebut meliputi tingkat kemungkinan risiko geografis, kemudahan aksesibilitas, tingkat ekonomi dan ketersediaan air serta aspek lainya.

Emil menambahkan, kajian tersebut perlu matang dilakukan meskipun pihaknya menilai Kota Bandung sudah tidak layak lagi menjadi ibu kota Jawa Barat, dalam melayani berbagai kebutuhan masyarakat.

“Walaupun Kota Bandung sudah kurang layak menjadi pusat pemerintahan, lokasinya clek-clok (berbeda-beda) namun kajian tidak boleh buru-buru, jadi mungkin tahun depan disampaikan update progresnya,” kata Emil.

Terkait wacana itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengklaim Kota Bandung masih layak menjadi pusat pemerintahan Jawa Barat. Ia menilai Kota Bandung cukup strategis dan mudah diakses oleh 27 kabupaten kota.

“Belum ada pembicaraan itu, kita ikut saja. Yang penting harus berlandaskan norma dan aturan, parameternya banyak. Kalau menurut saya, dilihat dari aspek Geografis, Bandung masih sangat tepat,” kata Ema. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Restu Sauqi

Comment