by

Berpotensi Memicu Kanker, 7 Merek Obat Lambung Ini Dilarang Edar di KBB : Cek Daftarnya di Sini

BandungKita.id, KBB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerbitkan surat edaran untuk tidak menjual 7 merek obat tukak lambung kepada seluruh apotik dan rumah sakit. Pasalnya, 7 merek obat itu mengandung ranitidin dan N-Nitrosedimenthylamine (NDMA) yang bisa menimbulkan kanker.

Kepala Seksi Makanan Minuman Kosmetik dan Tradisional, Dinkes KBB, Rendra Gustiawan menyebutkan, 7 obat tukak lambung tersebut meliputi, Ranitidine cairan injeksi yang dipegang oleh PT Pharis tbk, Zantac cairan injeksi oleh PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin sirup oleh Global Multi Pharmalab, Indoran cairan injeksi oleh PT Indofarma, Ranitidine cairan injeksi oleh PT Indofarma.

Sementara, 3 merek obat lagi meliputi, Conranin tablet dengan izin edar oleh PT Armoxindo, Radin tablet salut selaput oleh PT Dexa Medica dan Ranitidine HCI tablet salut selaput oleh PT Dexa Medica.

Ilustrasi obat ranitidin yang sudah resmi ditarik peredarannya oleh BPOM karena berpotensi memicu kanker (foto:net)

 

Rendra menuturkan, ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 mg/hari. Jika dikonsumsi terus menerus dengan waktu yang lama, akan memicu kanker terhadap penggunanya.

“Jadi kalau sekarang 150 mg tablet, itu sudah melebihi ambang batas kandungan NDMA tersebut,” kata Rendra kepada BandungKita.id, Senin (14/10/2019).

BACA JUGA :

Jangan Khawatir! Ranitidin Ditarik BPOM, Ini Obat Maag Mujarab Ala Rasulullah

 

 

Diduga, obat-obatan tersebut sudah rutin dikonsumsi publik. Surat edaran itu, kata Rendra, sudah dikirimkan ke seluruh pengedar ranitidin di KBB. Sampai saat ini di KBB terdabat 3 RSUD, 7 Rumah Sakit swasta, 40 apotek dan 35 toko obat.

Rendra mengatakan, Dinkes KBB memberikan waktu 80 hari dari surat edaran diterbitkan. Jika dalam waktu tersebut obat masih diedarkan, Dinkes KBB akan menarik secara paksa.

“Memang ada penarikan jenis injek kemudian penarikan sukarela oleh produsen, industri farmasi. Sekarang masih diimbau dulu agar obat itu tidak digunakan atau dijual. Kalau memang selama 80 hari kerja masih beredar, akan kami tarik secara paksa,” tegasnya.

Rendra menjelaskan, ranitidin merupakan obat tukak lambung dan tukak usus. Obat ini biasa digunakan oleh penderita maag terutama sakit maag kronis.

Sebagai pengganti ranitidin, Rendra menyarankan pasien mengkonsumsi obat sejenis yang tidak mengandung ranitidin.

“Boleh pakai Omeprazole untuk mengganti ranitidin. Obat itu masih sejenis hampir satu golongan tapi tidak mengandung ranitidin,” ujar Rendra. (Restu Sauqi/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment