by

OPINI : Mas Hengky…Atas Nama Pengabdian atau Kekuasaan?

Mas Hengky…… Atas Nama PENGABDIAN atau KEKUASAAN ?

Oleh : Moch Galuh Fauzi

Direktur Eksekutif Sundanesia Digdaya Institute

 

Hengkangnya Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Hengky Kurniawan dari Demokrat memang tidak terlalu membuat banyak pihak terkejut. Pasalnya, kode pindahnya Hengky sudah ia sampaikan melalui beberapa postingannya di instagram pribadinya.

Namun yang membuat beberapa pihak terkejut ialah cepatnya proses pindahnya Hengky ke partai berlambang banteng moncong putih, PDIP. Ibarat orang yang baru putus pacaran, tak masalah memang ketika sudah putus kemudian memiliki pacar baru.

Namun orang sunda sangat kental dengan budaya punten dan sopan santun. Kepindahan yang begitu cepat menunjukkan ketidaketisan tentunya.

Hengkangnya Hengky dari Demokrat menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.

BACA JUGA :

Woow! Wabup KBB Hengky Kurniawan Bertemu Ketua PDIP Jawa Barat, Sinyal Pindah Partai?

 

 

Hengky Kurniawan dan Pudarnya Sopan Santun Politik

 

 

Mereka yang pro mengatakan bahwa keluar dari partai tentunya bagus agar lebih fokus ngurus masyarakat dan bagi mereka yang kontra menyatakan bahwa masuk dan keluar partai sudah menjadi image yang tertanam di diri mantan artis papan atas berparas ganteng itu.

Pro dan kontra sah-sah saja, namun bila benar yang disampaikan oleh Andi Arief (salah satu petinggi Demokrat) bahwa ada ‘deal’ sebagai bagian alasan dari masuknya Hengky ke PDIP. Saya rasa hal ini perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh Hengky.

Cuitan dari Andi Arief tersebut sudah jelas menggambarkan keretakan hubungan Bupati Aa Umbara dan Hengky Kurniawan yang memang sudah sering diberitakan oleh beberapa media online terutama BandungKita.id.

Hengky sepertinya “gerah” karena terus tak dianggap oleh Aa Umbara. Seolah, Hengky hanya ban serep. Itu pun jarang sekali Hengky difungsikan, sekalipun Aa Umbara sedang berhalangan.

Pasalnya, di dalam cuitan Andi Arief tersebut dengan jelas mengatakan bahwa Hengky sendiri yang mengatakan kepada Andi Arief akan pindah ke PDIP karena dijanjikan menjadi Bupati melalui ‘operasi’ kepada Aa Umbara.

Bila yang dicuitkan oleh Andi Arief ialah benar, kita patut bertanya, Mas Hengky ……. pindah partai atas nama PENGABDIAN atau KEKUASAAN? (*)

Comment