by

Di Tengah Wabah Corona, Slankers Asal Tasikmalaya Ini Tetap Gigih Bantu Sesama

Ajak Masyarakat untuk Saling Membantu di Tengah Pandemi

BandungKita.id, KAB TASIKMALAYA – Lini masa media sosial kini dipenuhi berbagai kegiatan masyarakat yang lalu lalang menyerukan dan berbuat kebaikan satu sama lain.

Tak jarang aksi kebaikan ini menular ke yang lain dan menjadi gerakan bersama untuk saling menolong, sepertinya memberikan pesan bahwa kita dapat melewati pandemi ini bersama.

Di Tasikmalaya, tepatnya di Singaparna, Sekelompok Fans Club yang menamai dirinya Singaparna Slankers Community (SSC), kerapkali mewarnai dinding media sosial dengan kegiatan bakti sosial dan aksi kemanusiaan.

Baca Juga:

Viral…! Kisah Warga Cipageran Asri Cimahi yang Gotong Royong Iuran Masak untuk Keluarga Pasien Covid-19

Patut Ditiru! BNC Bandung Selatan Gelar Aksi Sosial Bantu Warga Terdampak Covid-19

Viral! Kisah Pilu Enam Bocah Jadi Yatim Piatu Setelah Ayah dan Ibunya Wafat di Hari yang Sama

Anggi supriadi, itulah nama salah satu pentolan Fans Slankers tersebut. Pemuda yang telah memiliki dua anak itu, kerap menyibukkan anggotanya di Singaparna dengan beberapa kegiatan sosial seperti mengerahkan anggotanya untuk membagikan santunan kepada anak yatim hingga aksi bersih-bersih di beberapa wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.

Kali ini, Azow, panggilan akrab Anggi, mendapati keluhan salah satu tetangganya yang kurang mampu. Kondisi salah satu anak tetangganya, Ade Revan (9 tahun) mengalami sakit. Kondisi Revan saat itu demam tinggi dan mengalami permasalahan pada pernapasan.

Anggi di tengah wabah ini, berinisiatif untuk memeriksakan Revan ke rumah sakit terdekat. “Badannya panas waktu bapaknya cerita di rumah saya, lalu saya bergegas untuk menemui Revan, dan betul saja, badannya panas,” kenangnya.

Perjuangan Anggi tidak hanya sampai di sana. Dia harus juga mengurus Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), karena keluarga tersebut belum terdaftar dalam jaring pengaman sosial (JPS) Pemkab Tasikmalaya.

“Mereka belum memiliki jaminan sosial apa pun, mereka ternyata belum terdata. Ya saya carikan cara supaya mereka dapat memilikinya (Jamkesda),” tambah Azow.

Beruntung, dengan bekal pengalaman jadi relawan kemanusiaan dan beberapa koleganya, Anggi mengaku dapat membantu membuatkan Jamkesda untuk Ade Revan.

“Alhamdulilah, pihak pemerintah dan Dinkes Kabupaten Tasikmlaya sangat sigap dan sangat membantu kondisi Ade Revan, dan langsung dibuatkan Jamkesda setelah sebelumnya dibuatkan rekomendasi dari Unit Pelayanan Cepat Penanggulangan Kemiskinan (UPCPK),” tuturnya.

Setelah mendapatkan perawatan, Ada Revan didiagnosa mengalami infeksi paru.

“Saat ini alhamdulilah, Revan sudah dalam penanganan pemerintah dan Rumah Sakit Singaparna Medica Mitra Utama (RS SMC) Tasik, dan saya bersyukur semuanya berjalan dengan mudah, mungkin ini berkah Ramadan,” terangnya sambil mengusap dada.

Sekedar Informasi, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menjelaskan Data UPCPK (Unit Pelayanan Cepat Penanggulangan Kemiskinan) yang dibentuk pada tahun 2013, digunakan sebagai standar penentuan penduduk miskin terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Dilansir Indikator, bagi warga Kabupaten Tasikmalaya yang hendak mengajukan sebagai penerima bantuan, UPCPK bakal melakukan verifikasi pendataan untuk menentukan kelayakan subjek yang akan dibantu (masuk kategori miskin hingga rentan miskin) sesuai standar kategori Badan Pusat Statistik (BPS). 

“Kita sedang inventarisasi kemiskinan. Karena tidak sesederhana itu, definisi miskin pun belum sama antara pusat dan daerah. Saya memandang miskin adalah ketidakmampuan. Yang penting masyarakat yang mendapat kesulitan mesti dibantu,” jelas Ade seusai pengambilan sumpah dan pelantikan penjabat Kepala Desa di Pendopo baru, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (10/7/2019).

Beruntung ya di Kabupaten Tasikmalaya ada program tersebut, jadi memudahkan siapapun yang ingin membantu seperti Anggi Azow. Yuk berbuat kebaikan, karena pasti jalanNya akan dimudahkan. (Dona Hermawan/Bandungkita.id)

Editor: Dhomz

Comment