by

Makam Sunda Wiwitan Disegel, Kang Emil: Jangan Dipersekusi Sepihak!

BandungKita.id, KUNINGAN – Ridwan Kamil meminta jangan ada persekusi sepihak dalam insiden penyegelan bakal makam sesepuh masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang disegel Pemerintah Kabupaten Kuningan pada Senin (10/7/2020) lalu.

Gubernur Jawa Barat itu meminta Bupati Kuningan untuk segera menyelesaikan polemik tersebut agar tak menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya sudah tunjuk Bupati Kuningan agar memediasi kesalahpahaman antara berbagai pihak, terkait masalah area pemakaman masyarakat Sunda Buhun di Kuningan,” ujar Emil, sapaan akrabnya seperti dikutip BandungKita.id dari Kompas.com Jumat sore (24/7/2020).

Untuk menghindari adanya konflik berkepanjangan, ia berharap permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan secara musyawarah

“Karena ini adalah negeri Pancasila, tidak boleh ada tafsir dan persekusi sepihak. Tentunya selama tidak ada aturan hukum yang dilanggar,” terangnya.

BACA JUGA :

Warga Sunda Wiwitan Pertahankan Tanah Adat Hingga Titik Darah Penghabisan

Denny Siregar Sebut Santri Calon Teroris, Begini Tanggapan Ridwan Kamil

Sebelumnya diberitakan, Masyarakat Adat Karuhun Utang (Akur) Sunda Wiwitan di Kabupaten Kuningan meminta kesetaraan hak. Bakal makam tokoh mereka di Curug Go’ong tak akan dibongkar.

Girang Pangaping Adat atau pendamping komunitas masyarakat Akur Sunda Wiwitan, Okki Satrio Djati mengingatkan Pemkab Kuningan, mereka setara dengan rakyat Indonesia lainnya.

“Sebagai warga negara, kami ingin hak kami disamakan dengan rakyat lainnya di negara ini,” tegasnya, Jumat (24/7/2020).

Pihaknya tak bisa menerima alasan Pemkab Kuningan yang menyegel bakal makam tokoh masyarakat Akur Sunda Wiwitan hanya sebab adanya tekanan dari pihak lain. Bahkan, alasan demi kondusivitas pun tak punya peluang diterima mereka.

“Kami tak bisa menerima (penyegelan) kalau alasannya adanya tekanan atau menjaga kondusivitas. Kita ini negara hukum, masak hukum negara kalah sama tekanan dari pihak tertentu,” paparnya. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment