by

7 Juta Warga Jabar Bakal Terima Bansos Kemensos

BandungKita.id, Bandung – Sebanyak tujuh juta kepala keluarga (KK) di Jawa Barat akan mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepada Dinas Sosial Jabar, Dodo Suhendar.

Dia menyebutkan, Bansos yang akan disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Penerimanya berbeda dari Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) Bansos Pemerintah Provinsi Jabar.

Menurutnya, penerima Bansos berdasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sedangkan, penerima Bansos Pemprov Jabar merupakan masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang belum masuk dalam DTKS atau Non-DTKS.

Adapun sebanyak 1.903.583 KRTS penerima bansos Provinsi Jabar telah diajukannya menjadi penerima BST ke Pusdatin Kemensos. Akan tetapi, sambung Dodo hingga sekarang belum ada penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tambahan penerima BST Kemensos dari KRTS penerima Bansos Pemprov Jabar.

“Data KRTS penerima Bansos Pemprov Jabar tahun 2020 yang sudah diajukan ke Pusdatin Kemensos dan masuk buffer stock data calon penerima BST belum ada yang masuk dalam penetapan KPM BST Kemensos Tahun 2021,” ujar Dodo, Jumat 9 Juli 2021.

BACA JUGA:

Faktor Ini Jadi Penyebab Kematian Pasien Covid-19 di RSHS Meningkat Dua Kali Lipat

200 Nakes RSHS Positif Covid-19, Jumlahnya Meningkat Sejak Mei

Dinkes Kota Bandung Klaim Keterisian BOR Turun

Dilansir situs resmi Kemensos, PKH menjangkau 10 juta KPM dengan indeks berdasarkan komponen dalam keluarga. BPNT menjangkau 15,93 juta KPM dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan. Adapun BST merupakan bansos khusus dengan target 10 KPM dengan indeks Rp300 ribu/KPM/bulan.

Dodo mengatakan, saat ini, pihaknya sedang menganalisa sekaligus mempersiapkan data sasaran bansos Provinsi Jabar. Selain itu, Dinsos Jabar pun sedang mengkaji besaran manfaat dan jenis bantuan yang akan diberikan.

“Apakah berwujud tunai atau bahan pangan atau yang lain sesuai dengan kebutuhan yang paling urgent dan kemampuan anggaran Pemda Provinsi Jabar pada masa PPKM Darurat ini,” pungkasnya. (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id)***

Comment