by

Polresta Bandung Selidiki Asal Usul Senpi dan Ratusan Peluru Milik Tiga Pelaku Perampokan di Bojongsoang

BandungKita.id, Kabupaten Bandung – Sejumlah senjata api jenis air soft gun dan 250 butir peluru diamankan Polresta Bandung saat meringkus tiga pelaku perampokan di Jalan Raya Bojongsoang, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung pada Sabtu 28 Agustus 2021.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, akan menyelidiki asal usul ratusan butir peluru dan sejumlah senpi tersebut yang diduga digunakan oleh ketiga pelaku saat menjalankan aksinya beberapa waktu lalu.

“Ini (peluru dan senpi) masih kita kembangkan keberadaan amunisi ini mengingat keterangan dari para pelaku ini masih berubah-ubah sedang kita dalami asal-usulnya,” katanya dikutip dari Instagram @polrestabandung, Senin 30 Agustus 2021

Ia mengatakan, keberadaan barang-barang tersebut cukup berbahaya jika disalahgunakan, bahkan bisa melukai orang. Maka, Polresta Bandung mengamankannya guna penyelidikan lebih lanjut.

“Cukup berbahaya dan ini tidak boleh beredar di tengah-tengah masyarakat,” ucap Hendra.

BACA JUGA:

Telat Bayar Honor, Tenaga Pikul Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut Mogok Kerja

Wawalkot Bandung Yana Optimis Kegiatan Ekonomi Kembali Normal Karena Faktor Ini

Sulap Kebun Kopi Jadi Wisata, Warga Desa Cipada Inisiatif Bikin Bukit Senyum

Sebelumnya, tiga dari empat pelaku perampokan yang aksinya terekam kamera CCTV viral di media sosial. Dalam rekaman video tersebut, satu orang pelaku masuk ke sebuh toko dengan menodongkan senpi untuk menakuti calon korbannya.

Dari aksinya tersebut, para pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp800 ribu, dan satu pack rokok serta satu dus permen. Pelaku kemudian kabur dengan menggunakan mobil jenis Jeep tahun 1948 warna hijau bernopol D 270 AD.

Adanya laporan korban perampokan kepada Polresta Bandung, kurang dari 12 jam tiga pelaku yakni ZZ, SG, dan NK berhasil ditangkap di Bojongsoang, sedangkan satu pelaku masih dalam pencarian orang (DPO). (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id) ***

Editor: Faqih Rohman Syafei

Comment