by

Tak Lolos TWK, KPK Berhentikan 56 Pegawainya Dengan Hormat

BandungKita.id, Jakarta – Sebanyak 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diberhentikan dengan hormat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (15/9/2021).

Ia menerangkan, sebanyak 56 pegawai KPK diberhentikan karena dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi aparatur sipil negara (ASN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 63 tahun 2005 tentang sistem manajeman sumber daya manusia KPK pasal 18 dan 19 Huruf D.

Meski demikian, mereka yang diberhentikan dengan hormat sebelumnya telah diberikan kesempatan untuk mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK). Tes ini merupakan rangkaian proses pegawai KPK alih status menjadi ASN.

“Diberhentikan dengan hormat kepada 56 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat pertanggal 30 September 2021,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Ia mengatakan, KPK telah melantik sebanyak 18 pegawainya menjadi ASN  karena telah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam Diklat Bela Negara dan TWK. Selain itu, KPK juga memberikan kesempatan kepada tiga pegawai untuk mengikuti proses alih status menjadi ASN.

“Kesempatan bagi tiga pegawai KPK yang baru menyelesaikan tugas dari luar negeri untuk mengikuti assesment Diklat Bela Negara dan tes wawasan kebangsaan mulai tanggal 20 September 2021,” ujarnya.

BACA JUGA:

Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Dipindahkan dari Rutan KPK ke Kebon Waru

Terungkap! Dokumen Dugaan HK Dorong KPK Percepat Kasus Bansos KBB, ini Tanggapan Hengky

Waduh Plt Bupati Hengky Kurniawan Diperiksa KPK Sebagai Saksi

Ia menambahkan, KPK memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan dedikasinya kepada 56 pegawai yang telah mengabdi hingga saat ini. Menurutnya, masih banyak ‘ladang pengabadian’ lainnya terkait pemberantasan korupsi.

“Kami percaya pegawai KPK yang diberhentikan tidak akan meninggalkan nilai-nilai integritas yang akan diberikan dan berkontribusi terhadap ‘ladang pengabadian’ yang baru,” pungkasnya. (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id) ***

Editor: Faqih Rohman Syafei

Comment