by

Bandung Barat Genjot Vaksinasi Covid-19

Bandungkita.id, KBB – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus berupaya menggenjot vaksinasi covid-19 bekerjasama dengan TNI, Polri di kawasan IKEA, Kota Baru Parahyangan, Kamis (30/9/2021). Sebanyak 20 ribu peserta ditargetkan untuk menerima dosis pertama vaksin Sinovac tersebut selama dua hari.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin, pihaknya kerap melakukan gebyar vaksin-19 sebagai upaya untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Vaksinasi di kawasan IKEA menjadi salah contoh kolaborasi antara Pemda KBB, TNI, Polri, serta kewilayahan.

“Kegiatan vaksinasi hari ini merupakan bagian dari gebyar vaksinasi yang sudah kita mulai dari tanggal 18 September. Hari ini memang jadi motor penggeraknya dari Polres (Cimahi). Beberapa kali Polres adakan gebyar vaksinasi dua hari dari kmrn hingga hari ini dengan target minimal 20 ribu (peserta),” kata Asep kepada Bandungkita.id di kawasan IKEA Kota Baru Parahyangan.

Asep menuturkan, pihaknya terus berupaya menyelenggarakan vaksinasi dengan beberapa pihak termasuk IKEA guna menampung keinginan masyarakat yang sangat tinggi untuk divaksin saat ini. Terlebih beberapa sarana publik atau pun pusat perbelanjaan telah mewajibkan pengunjung minimal satu kali divaksin.

Baca Juga:

Program Buruan SAE Dipuji Wapres Ma’ruf Amin

Perketat Prokes, Sekolah yang Laksanakan PTM Terbatas di KBB Kian Bertambah

Ade Sudrajat Resmi Pimpin DPD Partai Nasdem KBB

“Animo masyarakat untuk vaksinasi luar biasa. Awal-awal cari orang mau divaksin, sekarang justru masyarakat tahu ada kegiatan vaksinasi dia berlomba-lomba,” beber Asep.

Asep berharap, upaya gebyar vaksin covid-19 bisa sesegera mungkin membentuk herd immunity yang ditargetkan pada pada akhir September ini. Namun secara data serta pelaksanaan, KBB saat ini telah melakukan vaksinasi mencapai 50 persen dari jumlah penduduk yang wajib divaksin yakni 1,39 juta orang.

“Hari ini Insya Allah bisa tercapai, walaupun kalau data manual sudah lebih 50 persen, hampir 700 ribu orang,” tandas Asep. (Tim BandungKita.id)

Comment