SPPG Ma’mun Amanah Cililin Salurkan 3.908 Porsi Makan Bergizi Gratis

Bandungkita.id – CILILIN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ma’mun Amanah Cililin, Senin (4/8/2025), sebagai bagian dari inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN). Dapur mitra ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Kecamatan Cililin yang aktif mendistribusikan makanan bergizi secara gratis.

Menurut pengelola, sebanyak 3.908 porsi MBG telah disalurkan. Rinciannya terdiri dari 3.500 porsi untuk siswa SD, SMP, dan SLTA, serta sisanya untuk ibu hamil dan menyusui yang tersebar di berbagai Posyandu.

“Kami melayani 3.500 peserta didik dan sisanya untuk ibu hamil dan menyusui,” ujar Lina Herlina, salah satu pengelola SPPG, saat mendampingi tim Bandungkita.id menelusuri area dapur.

Dalam pelaksanaannya, pengelola SPPG Ma’mun Amanah berupaya memaksimalkan program MBG yang digadang sebagai program unggulan Presiden Prabowo. Dapur ini memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan dalam juklak dan juknis BGN, baik dari segi fasilitas maupun peralatan.

Untuk meningkatkan pelayanan, jumlah tenaga kerja ditambah dari 47 menjadi 53 orang, yang mayoritas berasal dari warga sekitar. Penambahan ini dilakukan karena tingginya beban kerja di area pencucian food tray.

“Kami menambah personel khusus untuk bagian pencucian piring saji yang cukup berat. Ada 16 pegawai ditempatkan di sana,” ungkap H. Lilis, pengelola Yayasan Ma’mun Amanah yang juga merupakan tenaga pengajar di MAN 1 Kota Bandung.

Seluruh pegawai dapur telah didaftarkan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, tanpa pemotongan gaji harian mereka.

“Alhamdulillah, kami berkomitmen agar pegawai mendapatkan hak jaminan tanpa potongan dari gaji harian mereka,” tutup Lilis.

Selain komitmen layanan, SPPG Ma’mun Amanah juga mendapat apresiasi karena membuka akses peliputan bagi media, berbeda dari dapur SPPG lain yang cenderung tertutup.

Di sisi lain, masyarakat berharap program MBG bisa turut membangkitkan perekonomian desa. Mereka meminta dapur menerima bahan pangan dari hasil pertanian warga sekitar.

“Kami ingin hasil pertanian lokal bisa diserap dapur. Jangan sampai program hanya dinikmati pemain besar, sementara petani lokal jadi penonton,” ujar Hadian Wahyudi, pengurus Gapoktan di Kecamatan Cililin.

Acara launching dihadiri berbagai pihak, termasuk Porkopimcam, kepala desa, dan stakeholder lainnya.

Berdasarkan data Bandungkita.id, terdapat 11 titik dapur yang terdaftar di situs resmi BGN. Namun dari hasil penelusuran, hanya sebagian kecil yang menunjukkan aktivitas pembangunan dapur.

Kondisi ini memicu pertanyaan soal kemungkinan adanya praktik penyelewengan oleh oknum yayasan/perusahaan yang mendaftarkan titik dapur tanpa membangun fisiknya. BGN diminta segera melakukan verifikasi lapangan agar program MBG berjalan transparan dan tepat sasaran.

(Laporan: Dadang Gondrong / Bandungkita.id)

Comment