Wilayah Bandung Barat Kosong di Peta Tata Ruang Nasional, Ada Apa?

Kamu Harus Tahu, KBB13589 Views

BandungKita.id – Ngamprah, Wawan (41), warga Padalarang, hanya bisa mengernyitkan dahi saat membuka laman resmi Rencana Tata Ruang Online milik Kementerian ATR/BPN. Niat awalnya sederhana: mencari tahu kelanjutan rencana pembangunan Flyover Cimareme yang sudah lama digaungkan. Ia mendengar kabar bahwa beberapa bidang tanah di sekitar lokasi sudah dibebaskan sejak lama. Namun, hingga kini, proyek tersebut tak kunjung terealisasi.

Yang membuatnya makin heran, justru muncul kabar bahwa pembangunan Flyover Kota Baru Parahyangan—yang terhubung ke pintu tol dan Stasiun Kereta Cepat Whoosh—malah sudah mulai digarap. Bahkan, rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan Padalarang sepanjang 7 km yang akan menembus kawasan Kota Baru Parahyangan disebut-sebut akan menutup peluang realisasi flyover Cimareme.

ARTIKEL PILIHAN

Rencana Revisi Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat, Petani Padalarang: Saya Tidak Sepakat Lahan Tani Dialihfungsikan

Kang Dadang Naser Soroti Ketahanan Pangan dan Politik Anggaran dalam Reses: “Anggaran Harus Jadi Instrumen Perubahan”

Tanggapan Ketua Komisi 1 DPRD KBB, Sandi Supyandi, Terkait Dugaan Penyerobotan Fasum di Permata Cimahi

“Makanya saya penasaran, saya buka peta RTRW online dari ATR/BPN. Tapi pas saya klik wilayah Bandung Barat, kosong. Blank. Nggak ada datanya,” ujar Wawan kepada BandungKita.id..

Kekosongan data ini bukan hanya soal teknis. Dalam laman Rencana Tata Ruang Online, wilayah Kabupaten Bandung Barat memang tidak menampilkan satu pun layer tata ruang, berbeda dengan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

Padahal, Peraturan Daerah (Perda) RTRW KBB terbaru telah disahkan. Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2024–2044 resmi diundangkan pada 27 Agustus 2024. Perda ini menggantikan regulasi lama yang berlaku sejak 2012, dan disebut-sebut telah mengakomodasi proyek strategis nasional seperti Kereta Cepat Whoosh serta pengembangan kawasan metropolitan.

ARTIKEL PILIHAN

Borma Gunakan Fasum Jalan Permata jadi Lahan Parkir?, Perkim KBB: “Saya Kurang Tidak,..Siteplan Bukan Kewenangan Kami”

Satpol PP KBB Lakukan Pendataan Bangunan di Permata, Singgung Potensi Pendapatan? Warga: Parkir Borma gimana Pak?

Pemkot Bandung Dinilai Tak Tegas Terkait Bangunan Bermasalah di Jalan Surya Sumantri

“Ini bukan sekadar soal peta. Ketidakhadiran data tata ruang KBB di platform nasional bisa berdampak pada transparansi, partisipasi publik, dan pengawasan pembangunan,” ujar Boy dari forkom dalam keterangannya disela acara dialog publik bertema “Dampak Perubahan Tataruang Bandung Barat dan Menakar Jaminan Terbangunnya karakter Daerah”

Kekhawatiran ini semakin relevan menyusul percepatan proyek strategis di kawasan Padalarang. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Pemprov Jawa Barat telah menandatangani MoU untuk melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Padalarang–Cipatat, yang akan menjadi akses utama menuju Stasiun Whoosh dan Kota Baru Parahyangan. Proyek ini juga memasuki tahap pembebasan lahan di area depan stasiun, yang disebut-sebut menjadi simpul lalu lintas baru dan pintu gerbang kawasan elit tersebut.

VIDEO PILIHAN

Namun, absennya data RTRW KBB di peta nasional justru menimbulkan pertanyaan: apakah ini disengaja untuk memberi ruang manuver bagi para pihak yang ingin memanfaatkan perubahan tata ruang tanpa pengawasan publik?

“Kalau peta digitalnya tidak tampil, bagaimana publik bisa tahu zona mana yang berubah, siapa yang diuntungkan, dan apakah prosesnya sesuai aturan?” tegasnya. (dhomz/BandungKita.id)

Comment