KONI KBB Klarifikasi Soal Kepindahan Atlet: “Tak Pernah Terima Permohonan Mutasi”

KBB mulai menata kembali sistem pembinaan yang sempat terputus

BandungKita.id, Bandung Barat — Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kabupaten Bandung Barat, Ruslan, angkat bicara terkait polemik kepindahan atlet balap motor junior asal KBB ke Kota Bandung tanpa prosedur mutasi yang sah. Ia menegaskan bahwa KONI KBB tidak pernah menerima surat permohonan mutasi (SPM) maupun menerbitkan Surat Keterangan Mutasi (SKM) atas nama atlet tersebut.

“Syarat mutlak mutasi antar kabupaten/kota itu harus ada SKM. Dan kami tidak pernah mengeluarkan SKM, bahkan menerima surat permohonannya pun tidak pernah,” ujar Ruslan saat dikonfirmasi Bandungkita.id, Senin (11/11).

VIDEO PILIHAN

Ruslan mengaku kaget dan kecewa karena tidak ada koordinasi sama sekali dari pihak manapun terkait perpindahan atlet bernama Athar, yang menurutnya merupakan atlet junior potensial hasil pembinaan KBB.

“Intinya kami kaget dan kecewa. Tiba-tiba pindah tanpa koordinasi, padahal Athar itu aset masa depan untuk KBB,” tambahnya.

VIDEO PILIHAN

Status Atlet dan Langkah KONI KBB

Ruslan menjelaskan bahwa Athar belum pernah tampil di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), namun aktif di Kejurda dan Kejurnas. Karena itu, statusnya masih dalam tahap pembinaan daerah.

“Athar belum pernah ikut Porprov. Dia masih atlet junior, dan belum ada proses mutasi yang sah,” tegasnya.

Surat keberatan KONI KBB

KONI KBB, lanjut Ruslan, telah mengajukan surat keberatan dan mengikuti proses mediasi yang difasilitasi oleh KONI Jawa Barat. Namun, pihaknya mengakui minimnya dokumentasi pembinaan menjadi kendala dalam proses pembelaan.

VIDEO PILIHAN

“Kami memang minim bukti dokumen pembinaan. Tapi kami tetap berupaya menjaga hak dan martabat pembinaan daerah,” katanya.

Ruslan juga menegaskan bahwa keputusan akhir kini berada di tangan atlet yang bersangkutan. Jika Athar ingin kembali ke KBB, pihaknya siap memfasilitasi dan mendukung peningkatan prestasinya.

ARTIKEL PILIHAN

“Kami tetap terbuka. Apalagi tahun 2025 ini dukungan pemerintah terhadap olahraga prestasi sudah mulai membaik dibandingkan saat BK Porprov XIV tahun 2021,” ujarnya optimistis.

KBB Kini Jadi Tujuan Atlet dari Daerah Lain

Menariknya, Ruslan menyebut bahwa tren perpindahan atlet justru mulai berbalik. Tahun ini, KBB lebih banyak menerima kedatangan atlet dari kabupaten/kota lain dibanding kehilangan.

“Alhamdulillah, sekarang KBB mulai menata kembali sistem pembinaan yang sempat terputus. Banyak atlet dari luar yang justru masuk ke KBB,” pungkasnya.

VIDEO PILIHAN

Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi Bandungkita.id dari Koni Provinsi dan Kota Bandung belum mendapatkan respon.

Sebelumnya, Konflik antar-komite olahraga daerah kembali mencuat setelah seorang atlet balap motor asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikabarkan diambil alih oleh KONI Kota Bandung tanpa melalui prosedur administrasi yang semestinya. Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Balap Motor KBB, Dedi Sugiana Tongky, menyampaikan protes keras atas tindakan tersebut, menyebutnya sebagai bentuk pengabaian terhadap etika dan mekanisme organisasi olahraga.

Menurut Tongky sapaan akrabnya, atlet yang bersangkutan merupakan binaan aktif KONI KBB dan telah berkontribusi dalam berbagai ajang regional maupun nasional. Namun, tanpa pemberitahuan resmi atau proses mutasi yang sah, atlet tersebut tiba-tiba tercatat sebagai bagian dari kontingen Kota Bandung. (Dhomz/BandungKita.id)

Comment