Berlayar Tanpa Angin: Perjuangan KONI KBB di Tengah Badai Anggaran

Feature Bandungkita.id

Kabupaten Bandung Barat — Di tengah keterbatasan anggaran yang nyaris membuat langkah terhenti, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) justru memilih untuk melaju. Tanpa jaminan logistik, tanpa kepastian dana, dan bahkan tanpa sokongan penuh dari kebijakan fiskal daerah, mereka tetap turun gelanggang. Bukan karena segalanya tersedia, tapi karena semangat tak bisa ditunda.

Babak kualifikasi 2025 menjadi panggung ujian bukan hanya bagi kemampuan atletik, tetapi juga bagi integritas politik anggaran daerah. Dari 65 cabang olahraga yang seluruhnya diturunkan, tak satu pun ditinggalkan. Semua diberangkatkan. Semua diberi ruang untuk bertanding. Karena bagi KONI KBB, menyerah bukan pilihan.

VIDEO PILIHAN

Agus Mulya: Nahkoda yang Tak Menunggu Angin

Ketua KONI KBB, Agus Mulya, menolak pasrah. Dikenal sebagai praktisi hukum yang royal dan all out, ia tak ingin dikenang sebagai pemimpin yang gagal mengemudikan perahu. Ia turun langsung ke lapangan, menyapa atlet, menyemangati pelatih, dan—yang paling mengejutkan—menggelontorkan dana pribadi hingga nyaris menyentuh angka satu miliar rupiah.

“Kalau kita menunggu anggaran, anak-anak kita bisa kehilangan harapan,” ucapnya dalam satu kesempatan.

VIDEO PILIHAN

Langkah ini bukan hanya soal keberanian pribadi. Ini adalah kritik diam terhadap sistem. Sebuah pesan keras bahwa politik anggaran yang tak menyentuh kesiapan atlet adalah bentuk pengabaian terhadap masa depan daerah. Agus Mulya, dalam diamnya, sedang berteriak: bahwa olahraga bukan pelengkap, tapi fondasi karakter dan kebanggaan publik.

Suara dari Pinggir Lapangan

Di balik semarak sorak-sorai pertandingan, ada suara-suara lirih yang jarang terdengar. Mereka bukan pejabat, bukan pengambil kebijakan. Tapi merekalah yang setiap hari menyaksikan peluh dan perjuangan para atlet.

VIDEO PILIHAN

Di sela-sela latihan yang berlangsung di lapangan terbuka tanpa tenda, seorang ibu dari atlet muda menyeka peluh sambil menatap anaknya berlari:

“Anak-anak kami tidak pernah bertanya soal anggaran. Mereka hanya ingin bertanding. Saya harap perjuangan mereka tidak sia-sia.”

ARTIKEL PILIHAN

KONI KBB Tegaskan Komitmen Dukung Atlet Jalur Prestasi Masuk Sekolah

KONI KBB Beri Uang ‘Kepret’ Atlet yang Meraih Medali di Ajang Porprov XIV Jabar 2022

Woow! Minim Bantuan Pemkab dan KONI KBB, Tim Arung Jeram Asal KBB Ini Raih Juara Dunia di Australia

Seorang pelatih senior, yang sejak pagi mengatur strategi dengan papan tulis lusuh dan stopwatch tua, menatap anak didiknya dengan bangga:

“Kami tidak punya matras baru, seragam pun seadanya. Tapi semangat anak-anak luar biasa. Mereka bertanding bukan untuk uang, tapi untuk nama daerah.”

Di pinggir tribun, seorang ayah yang baru saja meminjam motor tetangga untuk mengantar anaknya bertanding, berbicara lirih:

“Pak Agus itu bukan hanya ketua, dia seperti orang tua kedua bagi anak-anak kami. Saya tahu dia pakai uang pribadi. Itu bukan tugasnya, tapi dia lakukan karena peduli.”

VIDEO PILIHAN

Di ruang latihan yang sempit dan pengap, seorang pelatih cabang ketahanan fisik menggulung kabel speaker sambil menahan emosi:

“Kami tidak minta fasilitas mewah. Kami hanya ingin anak-anak punya kesempatan yang adil. Kalau KONI bisa berjuang tanpa anggaran, masa pemerintah tidak bisa berikan sedikit keberpihakan?”

Lebih dari Sekadar Medali

Perjuangan ini bukan sekadar soal podium atau perolehan medali. Ini tentang martabat. Tentang bagaimana sebuah daerah memaknai pembangunan manusianya. Tentang bagaimana Bandung Barat ingin dikenang: sebagai wilayah yang membiarkan potensi mudanya berjuang sendiri, atau sebagai rumah yang berdiri tegak di belakang para pejuangnya.

Kabupaten Bandung Barat mungkin belum berdaulat secara fiskal. Tapi dari peluh para atletnya, kita belajar: kedaulatan sejati dimulai dari keberanian untuk bertanding, bahkan ketika tak ada yang menjanjikan kemenangan.

ARTIKEL PILIHAN REDAKSI

Woow! Minim Bantuan Pemkab dan KONI KBB, Tim Arung Jeram Asal KBB Ini Raih Juara Dunia di Australia

Kecewa KONI KBB Hampir Setahun Bonus Tak Cair, Atlet Andalan KBB Ancam Hengkang

KONI Jabar Apresiasi Pelaksanaan Cabor Biliar di KBB

Comment