BandungKita.id, NASIONAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir masyarakat yang menggunakan alasan mengkritisi, kritik. Namun tidak bisa membedakan kritik dan menjelekkan.
“Kita ini sudah banyak yang lupa mengenai itu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Konsultasi Nasional XIII Tahun 2019 Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, di Hotel Sunan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019) sore.
Kepala negara mengaku sedih jika meninjau media sosial saat ini. Kok isinya seperti ini, sedih saya kadang-kadang,” ucap Jokowi.
Diakui Presiden Jokowi hampir semua negara sekarang mengalami sebuah goncangan karena keterbukaan yang tidak bisa dihambat, peraturan regulasi belum ada, teknologinya sudah masuk.
BACA JUGA:
Satu Tahun Menjabat Gubernur, Ridwan Kamil Sebut Pemprov Jabar Raih 49 Penghargaan
“Inilah fenomena saat ini yang sekali lagi harus kita respon dengan baik. Kita sadarkan pada lingkungan-lingkungan kita sehingga kita sadar semuanya kembali lagi betapa pentingnya sebuah kasih dan sayang,” tutur Presiden Jokowi.
Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam bertutur kata, dalam menginformasikan sesuatu yang masih kita ragukan, menjaga etika, menjaga tata krama.
“Inilah saya kira pola interaksi yang harus kita bangun sebaik-baiknya sejak mulai dari keluarga,” tuturnya.
BACA JUGA:
Satu Tahun Rindu: Program Kopdar Dinilai Belum Jadi Jembatan Komunikasi
Kepala Negar menilai, membangun kasih sayang, membangun kehidupan yang penuh kasih yang dimulai dari sebuah keluarga itu sangat penting sekali dilakukan. Ia juga menilai, peran seorang bapak dan seorang kepala keluarga sangat-sangat menentukan sekali.
“Baik dalam melindungi baik dalam membimbing keluarga kita masing-masing, karena di situlah forum terkecil dari forum besar negara dimulainya sebuah kebaikan-kebaikan,” ucap Kepala Negara. (Dian Aisyah/BandungKita.id)
Sumber: Humas Setkab RI





Comment