Hedjo Institute Tawarkan Konsep Pusat Pendidikan Lingkungan di Cisurupan

BandungKita.id, BANDUNG – Kepedulian masyarakat untuk mengembangkan kawasan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung terbilang sangat tinggi. Salah satunya, dari kelompok pegiat lingkungan Hedjo Institute yang menawarkan konsep penataan.

Direktur Hedjo Institute, Abdul Wahab, mengungkapkan, wilayah Cisurupan tidak hanya bisa dimanfaatkan menjadi sumber resapan. Namun, memiliki potensi sebagai tempat edukasi berbasis lingkungan dalam mengembangkan karakter anak.

Abdul mengaku telah merancang empat tema besar edukasi di sana, yakni penyediaan sarana edukasi pertanian dan peternakan, pendidikan pengelolaan sampah, taman bermain berbasis alam serta edukasi konservasi, dan pengelolaan air.

“Dari konsep wahananya kita lebih inklusif mengedepankan pembangunan karakter anak. Perbedaan dengan sekolah alam pada umumnya itu karena pada konteks tempat itu sudah riil ada tema-tema media pendidikan,” kata Abdul usai beraudiensi dengan Wakil Wali Kota di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, menjelang akhir pekan lalu.

Abdul menuturkan, sarana edukasi mengenai lingkungan di kawasan Cisurupan sudah tersedia secara alami. Sehingga, pendidikan yang diberikan tidak sekadar teori namun diiringi dengan praktik dan melihat kondisi nyata secara langsung di lapangan.

BACA JUGA :

Warga Bandung Mau Cetak KTP? Datang Saja ke Cafe Geulis di Gedung DPRD Kota Bandung

Bang Kasep Arcamanik Siap Biayai Pembuatan Septik Tank Warga, Begini Konsepnya

Mang Oded Dorong Stadion GBLA Jadi Markas Persib di Liga 1 2020, Begini Kata Umuh

Ia juga mengaku akan melibatkan warga sekitar. Karena warga biasa menjalani keseharian beraktivitas mengelola lahan tersebut.

“Seperti belajar menabung air karena jelas di situ ada kolam retensinya. Wahana sawah di situ ada petani penggarap sudah Ada. Jadi tidak artificial guru yang jadi petani. Kuncinya memang warga sekitar yang kita arahkan dan fasilitasi menerima secara langsung. Jadi dapat benefit ekologis dan ekonomis,” ujarnya.

Selain itu Abdul menegaskan, konsep pusat pendidikan lingkungan di Cisurupan tidak akan berdampak negatif pada ekologis sekitar. Komunitasnya akan menata kawasan tersebut agar bisa dikunjungi orang dalam jumlah yang banyak.

“Justru menjaga sistem ekologi dan pertambahan ekonomi setempat. Jadi secara desain jangan sampai ada ekologis yang terdampak. Karena kalau ada manusia otomatis akan ada ekologis yang terdampak. Tapi itulah yang kita ukur agar tidak merusak lingkungan,” katanya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengapresiasi inisiatif Hedjo Institute. konsep penataan berbasis lingkungan ini, menurut dia, cukup bagus yaitu menjadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) lebih maksimal dengan memberikan manfaat lainnya tanpa mengurangi fungsi sebelumnya.

“Kami menerima dulu gagasannya. Kalau tidak mengubah fungsi, bisa ‘nyambung’ dengan wetland,” katanya.(*)


Editor: Ayi Kusmawan

Comment