LIPUTAN KHUSUS BANDUNGKITA.ID
“Bingung saya ngomong, kalo saya bicara.,anda (Redaksi) juga saya dengar diancam akan ……”
BANDUNGKITA.ID, BANDUNG BARAT — Dugaan bancakan anggaran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini memasuki babak baru. Sebuah rekaman percakapan internal yang diterima Bandungkita.id mengungkap arah kebijakan pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang diduga diatur langsung atas arahan Sekretaris Daerah berinisial AZ. Dalam rekaman berdurasi 24 detik itu, terdengar jelas perintah untuk “menunggu arahan Pak Sekda” sebelum menentukan siapa yang akan mengisi posisi strategis PPK di sejumlah dinas.
BACA JUGA
Kasus Korupsi APD KBB, Ade Zakir: “Kalau Minta, Bagian Hukum Mendampingi”
“Kan jelas arahan Pak Sekda,” ujar salah satu narasumber menunjukan rekaman yang dikonfirmasi oleh sumber internal lainnya sebagai bagian dari komunikasi pengondisian pejabat.
PPK Lama Disingkirkan, Figur Titipan Masuk Lewat Jalur Sunyi
Rekaman tersebut memperkuat dugaan bahwa PPK lama yang masih aktif dan berintegritas sengaja disingkirkan karena dianggap tidak sejalan dengan skenario anggaran. Sebagai gantinya, masuklah figur baru seperti Sungram yang sebelumnya hanya berperan sebagai perencana, namun kini merangkap sebagai PPK di beberapa dinas strategis tanpa dasar hukum yang sah.
“Penunjukan ini dilakukan oleh Plt Kepala Dinas yang secara regulasi tidak berwenang. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi bentuk pengondisian birokrasi untuk kepentingan kelompok tertentu,” ujar aktivis antikorupsi Bilal Alfariz kepada Bandungkita.id.
DPA Diutak-atik, Pos Anggaran Siluman Muncul Tanpa Jejak Pembahasan
Bilal juga menyoroti munculnya pos anggaran siluman dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang tidak pernah dibahas dalam forum resmi DPRD maupun disetujui Gubernur Jawa Barat. Pos tersebut muncul misterius saat DPA dicetak, menandakan intervensi sistematis dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Pemerintah daerah tampil bersih di depan, tapi menyisipkan proyek titipan di belakang layar. Ini penipuan terhadap rakyat dan gubernur,” tegas Bilal.
VIDEO PILIHAN
Bukti Rekaman Jadi Titik Balik Investigasi
Rekaman yang beredar di grup internal WhatsApp pejabat KBB menjadi bukti awal bahwa pengaturan jabatan dan anggaran dilakukan secara sistematis. Dalam percakapan tersebut, terdengar pula kekhawatiran soal legalitas dan upaya “mengelak” jika rekaman itu bocor ke publik.
VIDEO PILIHAN
Dugaan Intervensi Pengusaha dan Oknum Legislatif
Di balik manuver birokrasi ini, muncul dugaan keterlibatan seorang pengusaha besar yang disebut-sebut menjamin kelangsungan skenario bancakan anggaran. Pengusaha tersebut diduga memiliki koneksi di KPK dan Kejati Jabar, dan disebut-sebut ikut mengurus penghentian proses hukum atas dugaan korupsi APBD Perubahan senilai Rp130 miliar.
“Kalau benar ada intervensi seperti itu, ini bukan sekadar pelanggaran etika. Ini sabotase terhadap kepercayaan publik,” tegas Bilal.
Salah seorang Anggota DPRD, mengungkap ketimpangan yang terjadi di internal sudah sangat meresahkan, dominasi seorang anggota Dewan yang dijuluki Don KBB disebut-sebut terlalu mendominasi bagian rotasi mutasi dan beberapa proyek basah di Pemkab Bandung Barat.
“Bingung saya ngomong, kalo saya bicara.,anda (redaksi) juga saya dengar diancam akan dikirim Aparat tengah malam ya?” ujar anggota DPRD yang telah 3 periode ini aktif dipertemuan yang tidak sengaja disebuah rest Area jalan Tol 5 Oktober 2025.
Sambil memutarkan rekaman percakapan, Figur DPRD yang tidak ingin disebutkan jati dirinya ini berharap situasi seperti ini dapat segera diakhiri. (dhomz/BandungKita.id)
BERSAMBUNG…
Nantikan Liputan Khusus Berikutnya dengan Judul “Masyarakat Geram: Penyusupan Anggaran Terulang, Aparat Diam, Korupsi Seolah Disandera” dan Isi Rekaman yang dimaksud.





Comment