BandungKita.id, Bandung Barat, 10 Oktober 2025 — Gerakan moral BOOMS KBB (Barisan Ormas, OKP, Mahasiswa, dan LSM Kabupaten Bandung Barat) kembali menyuarakan pentingnya kedaulatan fiskal dan pembangunan berbasis potensi lokal. Melalui Divisi Kajian yang dipimpin oleh Dendi, BOOMS menyoroti sejumlah sektor strategis yang dinilai belum tergarap maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB).
- Potensi Wisata dari Kereta Cepat Padalarang
Dendi menyampaikan bahwa Pemkab KBB belum melakukan kajian dampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) terhadap sektor pariwisata lokal. Berdasarkan penelusuran BOOMS, menjamurnya travel luar kota di sekitar KCIC Padalarang menunjukkan geliat wisata yang menjanjikan. Para driver travel, yang kini mengelola rest area bersama Kang Dedi Sugiana (Tongky) di kawasan Talang, menjadi sumber data kunjungan wisatawan yang belum tercatat resmi.
“Setelah mendapatkan arahan dari ketua kami, Kang Didin Kopral mendorong Ini sebagai peluang konkret. Dalam arahannya Booms harus mendorong Pemkab perlu menyusun buku menu wisata KBB dan menjadikan Padalarang sebagai pintu gerbang wisata daerah,” ujar Dendi.
- Pengelolaan Sumber Daya Air untuk PAD
BOOMS juga menyoroti belum masuknya potensi sumber daya air—yang digunakan oleh PDAM Tirta Raharja dan perusahaan komersial lainnya—ke dalam proyeksi pendapatan daerah. Dendi menegaskan perlunya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengelolaan air secara profesional melalui BUMD yang sehat dan transparan.
“Air adalah aset strategis. Kita harus pastikan penggunaannya memberi nilai tambah bagi PAD KBB,” tegasnya.
- Reposisi PDAM Wibawa Mukti
BOOMS mendorong agar PDAM Wibawa Mukti diberi kewenangan penuh dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah KBB. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah sistem profit sharing atau kesepahaman baru terkait 110 ribu pelanggan PDAM Tirta Raharja yang berada di wilayah layanan 4, yang menurut regulasi seharusnya diserahkan ke KBB sejak 18 tahun lalu.
- Program Makan Bergizi Gratis sebagai Siklus Ekonomi Desa
BOOMS melihat program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang ekonomi desa. Dendi mendorong agar Pemkab KBB menguatkan program ini melalui Perda dan memasukkannya ke dalam RPJM daerah.
“Jika bahan baku MBG bisa dipenuhi oleh desa-desa di KBB, kita membangun kedaulatan pangan sekaligus membuka lapangan kerja,” ujarnya.
- Potensi Wisata Wilayah Selatan
Boy, Ketua Forkom KBB, yang juga tergabung di Booms KBB menyoroti potensi wisata di wilayah selatan KBB. Ia mendorong agar hasil kajian BOOMS tentang kunjungan wisatawan melalui travel di Woosh Padalarang ditangkap sebagai peluang investasi.
“Pertanian, wisata alam, kuliner, hingga olahraga bisa jadi paket wisata unggulan. Bahkan bisa ditawarkan langsung di bilik layanan terminal kereta cepat,” kata Boy.
BOOMS KBB mengajak seluruh elemen masyarakat, ASN, dan DPRD untuk bersama-sama membangun Bandung Barat yang berdaulat secara fiskal, mandiri secara pangan, dan unggul dalam sektor pariwisata. Gerakan ini adalah panggilan untuk membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.





Comment