Bandung Barat — Di tengah geliat pembangunan infrastruktur besar, sebuah saluran irigasi sederhana di D.I. Pasir Astana, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, justru menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa lahir dari gotong royong dan kesederhanaan.
Saluran irigasi yang dibangun melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah denyut hidup baru bagi para petani. “Sebelum panen, saya dapat uang tambahan dari membangun saluran. Dalam satu tahun, bisa tiga kali panen. Sebelumnya, panen hanya bisa satu tahun sekali,” ujar Pak Rohim, anggota Kelompok Tani Pasir Astana, dalam video dokumenter yang dirilis BBWS Citarum.
Program Berbasis Swakelola, Bukan Kontraktor
P3-TGAI merupakan program nasional yang dijalankan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Uniknya, program ini tidak melibatkan kontraktor atau pihak ketiga. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
LINK YOUTOBE TERKAIT
“Proses pelaksanaan murni berbasis pemberdayaan masyarakat, transparan, dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun,” tegas BBWS Citarum dalam rilis resminya. Pendekatan ini bertujuan memperkuat kemandirian petani sekaligus memastikan bahwa pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

“Program P3-TGAI dilaksanakan secara swakelola langsung oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A/IP3A). Tidak menggunakan sistem kontraktual dan tidak melibatkan pihak ketiga atau penyedia jasa konstruksi.” tegasnya
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan program P3-TGAI dan menawarkan jasa pelaksanaan proyek dengan iming-iming tertentu”.
“Proses pelaksanaan murni berbasis pemberdayaan masyarakat, transparan, dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Mari kita jaga bersama integritas program ini demi kemajuan irigasi dan pertanian masyarakat.” Tulisnya dihalaman Portal Resmi Balai Besar Wilayah Sungai Citarum
VIDEO PILIHAN
Sebelum adanya saluran irigasi, petani di Pasir Astana hanya bisa panen sekali dalam setahun. Kini, dengan aliran air yang stabil, mereka mampu menanam dan memanen hingga tiga kali. Ini bukan hanya soal peningkatan produksi, tapi juga soal keberlanjutan hidup dan ketahanan pangan lokal.
VIDEO PILIHAN
Saluran yang tampak sederhana itu kini menjadi simbol ketahanan dan harapan. Ia mengalirkan lebih dari sekadar air ia mengalirkan masa depan.
Terkait Program Pemberdayaan masyarakat melalui program ini, beberapa lokasi yang juga mendapatkan bantuan kementerian PUPR ini relatif menyambut baik, seperti halnya kelompok tani di daerah sindang kerta Bandung Barat, irigasi tersier dibangun untuk mengaliri sawah dan kebun mereka.
VIDEO PILIHAN
Apakah Proses Pelaksanaannya dilakukan swakelola? Atau dikontraktualkan? Nantikan liputan Khas Bandungkita.id selanjutnya, kita Kupas dalam edisi khusus!





Comment