Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siap Bantu Atasi Banjir Bojongsoang-Dayeuhkolot, Warga Bantaran Sungai Akan Direlokasi

BANDUNGKITA.ID – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan komitmennya untuk membantu Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Bojongsoang dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Seperti diketahui, banjir di dua kecamatan tersebut telah menjadi langganan tahunan, terutama saat musim hujan tiba. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, banjir yang terjadi awal Desember 2025 lalu berdampak pada lebih dari 34 ribu jiwa di tiga kecamatan, yakni Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Luapan Sungai Citarum dan Cikapundung menjadi penyebab utama genangan yang merendam permukiman warga hingga akses jalan utama terputus total.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur KDM menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab Bandung telah menyiapkan sejumlah solusi jangka pendek dan panjang untuk mengatasi banjir.

“Kami siap membantu Kabupaten Bandung agar tidak menjadi beban terus menerus. Bupati Bandung kan pusing jika setiap musim hujan air naik. Ini kan permukaan air Citarum di Bandung itu sudah di bawah laut,” ujar Gubernur KDM saat mengunjungi Kantor Kecamatan Bojongsoang, Rabu (10/12/2025).

KDM menyebut fokus utama penanganan banjir adalah normalisasi Sungai Citarum dan aliran sungai lainnya di wilayah terdampak.

“Normalisasi Sungai ini meliputi pengerukan sungai karena sedimentasinya sudah sangat tebal. Kemudian nanti sungainya diperlebar,” jelasnya.

Untuk mendukung pelebaran sungai, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung akan menertibkan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. Warga yang tinggal di kawasan tersebut akan direlokasi secara bertahap.

“Solusinya, sekarang cariin rumah kontrakan dulu sambil Pemprov dan Pemkab nanti menyiapkan tempat relokasi,” ungkap KDM.
“Nanti jika sungai sudah diperlebar, kalaupun airnya meluap tidak pusing lagi karena sudah tidak ada lagi warga di bantaran sungai. Pokoknya seluruh wilayah yang ada di bantaran sungai akan kita relokasi semua,” tambahnya.

Selain normalisasi, solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pembangunan embung atau kolam retensi sebagai pengendali banjir di kawasan Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik dukungan Gubernur KDM. Ia menyatakan pihaknya langsung bergerak menyosialisasikan rencana relokasi kepada warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Seperti kata Pak Gubernur, nanti warga yang di bantaran sungai ini akan direlokasi tempat tinggalnya. Tapi untuk sementara dengan cara memberi rumah kontrakan dulu,” kata Kang DS.

Di Kecamatan Dayeuhkolot, relokasi akan menyasar warga di RW 8, 9, dan 10 Desa Citeureup. Sementara di Bojongsoang, sebanyak 372 kepala keluarga yang terhimpit Sungai Citarum dan Cikapundung akan direlokasi.

“Setiap keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Cikapundung mendapat bantuan Rp10 juta untuk biaya sewa kontrak sementara di lokasi aman,” jelas Kang DS.

Ia berharap, dengan kolaborasi bersama Pemprov Jabar dan pendekatan pentahelix, penanganan banjir di Kabupaten Bandung bisa segera tuntas.

“Mudah-mudahan dengan dorongan Pak Gubernur akan ada percepatan. Kami akan terus mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini baik dengan pentahelix maupun kolaborasi lainnya,” tegasnya.

Editor: Redaksi BandungKita.id

Comment