oleh

DPRD Kota Bandung Sorot Kinerja Oded-Yana Terkait Molornya Penentuan Sekda Definitif, Begini Kata DPRD

BandungKita.id, BANDUNG – DPRD Kota Bandung menyoroti kinerja Walikota dan Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial dan Yana Mulyana. Pasalnya, sudah lebih dari 100 hari kerja Oded-Yana, Kota Bandung belum memiliki Sekda definitif.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Folmer Silalahi mengatakan kehadiran Sekda Kota Bandung sudah sangat mendesak. Pasalnya peran fungsi Sekda sangat penting terlebih menjelang direalisasikannya APBD 2019 oleh satuan Kerja pegawai Dina (SKPD) di Kota Bandung.

“Kami lebih melihat bahwa waktunya sudah terlalu lama (tanpa sekda definitif). Tanggung jawab Sekda bisa dilakukan secara maksimal, ya kalau sekda definitifnya sudah ada. Mestinya sebelum APBD 2019 ini mulai dilaksanakan program kegiatannya ya kita sudah memiliki sekda,” jelas Folmer saat dihubungi BandungKita.id, Minggu (30/12/2018).

Meski kini Walikota Bandung menunjuk adanya pelaksana harian (Plh) Sekda, menurut Folmer, kinerja Plh Sekda dirasa tidak akan maksimal, terlebih jika mengepalai dua instansi pemerintahan.

“Kurang pas manakala Plh Sekda dia merangkap jabatan lain. Kita melihat bahwa kalau proses pemilihan sekda definitiif ini berlarut-larut tentu pasti akan berpengaruh juga terhadap kinerja ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkot Bandung,” ujarnya.

BACA JUGA :

Ketiadaan Sekda definitif, sambung Folmer, seharusnya menjadi perhatian serius pasangan kepala daerah Kota Bandung. Apalagi, kata dia, 100 hari kerja tanpa sekda definitif merupakan waktu yang terlalu lama terjadinya kekosongan salah satu instrumen penting pemerintah.

Meski begitu, Folmer menyebut, persoalan menilai kinerja Pemkot Bandung tidak hanya bisa diukur dari masa 100 hari kerja. Bahkan, ujarnya, istilah 100 hari pun dinilai kurang relevan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial-Yana Mulyana.

“Sebenarnya ini lebih kepada kondisi transisi, antara pemerintahan masa kepemimpinan yang lalu periode 2013-2018 ke periode 2018-2023. Di masa transisi ini sebenarnya kita tidak kenal adanya hitungan program 100 hari karena kita dari sisi penganggaran pelaksanaan program masih merujuk pada janji walikota yang terdahulu walaupun mang Oded ada di dalamnya,” tutur Folmer.

BACA JUGA :

Selain soal Sekda, terkait diraihnya 47 penghargaan Pemerintah Kota Bandung di masa awal kepemimpinana Oded-Yana, Folmer menilai itu kemungkinan adalah hasil kerja wali kota periode sebelumnya.

Sementara untuk menilai sejauh mana keberhasilan Oded M Danial, Folmer menyebut akan lebih adil jika dilakukan ketika memasuki 2019 nanti.

Folmer berharap, agar masyarakat tidak hanya menilai siapa sosok yang memimpin Bandung, namun lebih kepada bagaimana program-program kerja yang akan dilakukan, apakah mampu mensejahterakan masyarakat Bandung atau tidak.(TRH/BandungKita)

Komentar