oleh

Ini Kronologi Bos Tekstil yang Diduga Dimutilasi di Malaysia

BandungKita.id, BANDUNG – Ujang Nuryanto (37) bos tekstil asal Kabupaten Bandung ditemukan tewas dimutilasi pada 26 Januari 2019 lalu di Selangor, Malaysia. Meli Rahmawati (33) tak bisa membendung tangisnya kala mengetahui kematian suaminya tersebut.

Sebelumnya, kata Meli, mendiang Nuryanto bertolak ke negeri jiran Malaysia untuk melakoni bisnis tekstilnya pada 17 Januari lalu dan berencana kembali ke tanah air sepekan kemudian.

“Aa (Nuryanto) berangkat tanggal 17 Januari. Bilangnya berangkat ke Malaysia, tujuannya bisnis. Terus saya suruh packing. Aa bilang disana sampai tanggal 23 Januari,” kata Meli sambil menahan tangis, seperti dilansir Detik.com, Senin (11/2/2019).

Namun Meli mengakui pada tanggal 22 Januari, Nuryanto tidak bisa dihubungi melalui sambungan telpon. Padahal Nuryanto direncanakan akan kembali keesokan harinya.

“Sabtu, tanggal 19 nelepon. Senin, tanggal 21 nelepon juga. Senin malamnya, masih di tanggal 21 Januari nelepon lagi. Hilang kontak tanggal 22 Januari,” tutur Meli.

Meli pun menyuruh anaknya untuk menghubungi Nuryanto. Namun telepon Nuryanto saat itu sudah tidak aktif, namun Meli tidak menyimpan firasat buruk.

“Saya suruh anak yang besar WA ke ayahnya, suruh telepon balik tapi enggak aktif katanya. Saya kira udah tidur atau handphone-nya habis batre. Rabu 23 Januari, sama anak yang besar di WA lagi untuk menanyakan, jadi enggak pulang hari Rabu,” ujar ibu tiga anak ini.

Tepat pada tanggal 26 Januari, publik Malaysia digegerkan dengan penemuan jasad terpotong-potong di pinggir Sungai Buloh, Selangor. Pihak kepolisian Malaysia mengatakan ada dua jasad dalam penemuannya, yakni seorang lelaki dan wanita.

Salah satu pegacara Nuryanto, Hermawan mengatakan pada saat yang sama, keluarga Nuryanto mencari keberadaanya dengan menelusuri informasi maskapai penerbangan Nuryanto. Dalam informasi tersebut, Nuryanto diketahui pergi bersama teman wanitanya bernama Ai Munawaroh (30).

Kedua jasad tanpa kepala tersebut diduga Nuryanto dan Ai Munawaroh (30). Namun Meli mengaku tidak mengenali Ai Munawaroh.

“Ai Munawaroh tidak tahu, Aa terakhir bilangnya berangkat sendiri,” katanya.

Pada 1 Februari akhirnya Hermawan terbang ke Malaysia dan disusul adik Nuryanto, Pupu pada 3 Februari untuk tes DNA.

“Sabtu 1 Febuari pengacaranya terbang ke Malaysia. Lalu Senin 3 Febuari adik Aa bernama Pupu berangkat ke Malaysia untuk tes DNA. Jumat kemarin, tanggal 8 Febuari pulang lagi ke Indonesia,” kata Meli.

Sementara Hermawan mengatakan, dalam kasus ini kepolisian Malaysia telah menahan dua orang yang diduga terlibat. Mereka adalah Iqbal dan M Abbas yang merupakan rekan bisnis Nuryanto di Malaysia.

Dalam keterangannya, keduanya mengaku kerap bekomunikasi dengan Nuryanto mengenai bisnisnya. Diketahui salah satu tujuan Nuryanto pun ialah mengambil uang sekitar 800 ringgit atau Rp 700 juta.

Kendati demikian, Meli yang sudah berumah tangga dengan Nuryanto sejak 17 tahun lalu itu masih berharap suaminya masih hidup. Karena mayat yang ditemukan di Malaysia belum pasti suaminya.

“Adik (ipar) saya udah tes DNA ke Malaysia, tapi belum ada hasilnya. Katanya hasil DNA keluar, dua minggu paling lambat dan satu bulan paling lama,” terangnya sambil terisak. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar