by

Wabup Garut Khawatir Anak Lebih Senang Main PUBG, Ini Solusi yang Ditawarkan Helmi

BandungKita.id, GARUT – Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengaku prihatin dan khawatir dengan perkembangan teknologi komunikasi terutama telepon seluler (ponsel), smart phone atau gadget dan sejenisnya.

Pasalnya, berdasarkan data terahir kepemilikan ponsel di Indonesia sudah mencapai 300 jutaan. Dari jumlah itu sebanyak 44 persennya digunakan untuk bermain game.

“Begitu pun di Garut kondisinya tidak akan jauh berbeda. Bahkan kemungkinan lebih banyak jumlah HP-nya dari pada jumlah penduduknya. Kami mengimbau kepada para orang tua untuk selalu memperhatikan anak kita agar tidak terbiasa menggunakan HP. Kalau bisa arahkan anak untuk rajin membaca buku,” kata Helmi di Gedung Islamic Center Garut, Jumat (22/3/2019).

Helmi mengatakan pada masa lalu beraktivitas di perpustakaan bagi seorang anak cenderung sulit. Namun dengan adanya perpustakaan berbasis inklusi sosial, kesempatan untuk membaca sangat terbuka.

BACA JUGA

 

Akses Sering Terputus, Kodim dan Vertical Rescue Akan Bangun Jembatan Permanen di Cikelet Garut

 

 

Waduh! Menteri Pertanian Amran Sulaiman Perkenalkan Caleg Golkar Saat Acara, Lalu Kampanye di Atas Panggung

 

 

Pemda Garut Sebut Pembentukan DOB Garsel Terbentur Moratorium

 

“Perpustakaan Garut bisa menjadi tempat kegiatan diskusi dan praktek sehingga minat baca akan meningkat. Oleh karena itu aktivitas kita pun akan meningkat sekaligus diharapkan minat baca juga akan meningkat,” katanya.

Meski begitu, Helmi mengakui, Perpustakaan Garut masih minim sarana dan buku bacaan. “Alhamdulillah minat baca masyarakat Garut berada di urutan ketiga se-Jawa Barat. Memang saya akui sarana kita masih kurang, tapi paling tidak, kita sudah melakukan hal-hal terbaik diantaranya kita telah memiliki gedung yang bagus, gedung tiga tingkat, gedung yang meyakinkan semua orang. Ini gedung bisa menampung sekitar 200 orang,” kata Helmi.

Oleh karena itu, lanjut Helmi, Pemkab Garut terus berupaya melengkapi perpustakaan dengan buku-buku baru yang berkualitas. Terlebih,saat ini Perpustakaan Garut hanya memiliki sekitar 26 ribu eksemplar buku.

Helmi juga mengaku senang karena saat ini tersebar banyak perpustakaan di desa-desa yang didirikan masyarakat. Terbaru, kata dia, ada tiga perpustakaan di tiga desa yang memperoleh bantuan buku bacaan dari pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan terus bertambah lagi ke desa lainnya. Sekarang ini buku-buku di perpustakaan bervariatif, seperti buku peternakan, tentang kearifan lokal, wisata, dan lainnya,” kata Helmi. (M Nur el Badhi/BandungKita.id)

 

Editor : M Zezen Zainal M

Comment