by

Kisah Bocah Pemburu Rupiah di Banjir Baleendah

BandungKita.id, SOREANG – Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung tentu membawa duka, pilu dan kerugian bagi sebagian masyarakat yang terdampak. Namun hal itu tidak berlaku bagi Kamal M Ibnu (10) dan puluhan bocah lainnya.

Bagi mereka, banjir adalah anugerah dari tuhan yang mendatangkan berkah berupa rupiah. Kamal dan 20 lebih bocah asal Beleendah lainnya tak menyangka bencana banjir yang berakibat terendamnya Jalan Raya Baleendah-Ciparay, bisa memberi dirinya peluang mata pencaharian baru sebagai tukang dorong kendaraan.

Seperti diketahui para pengendara yang hendak menuju Ciparay melaui Baleendah atau sebaliknya, harus terlebih dahulu menembus banjir sepanjang 1 KM di depan SPBU Baleendah. Kehadiran Kamal sangat dibutuhkan untuk memberi tenaga saat menerobos banjir.

Kamal pun tak jarang harus mengeluarkan tenaga ekstra keras, jika kendaraan yang ia dorong tiba-tiba mati dan mogok di tengah jalan. “Lumayan cape juga, apalagi kalau (sepeda) motornya mati, kami harus dorong pengendara dan motornya hingga ujung,” kata salah satu siswa SDN 7 Dayeuhkolot itu.

Meski lelah karena harus mendorong, Kamal mengaku tetap gembira. Pasalnya penghasilan yang ia dapat cukup besar, sehingga bisa dipakai untuk uang jajan serta menabung.

“Lumayan sehari saya bisa dapet Rp. 15.000. sebagian dipakai jajan, sebagian lagi untuk menabung,” ucap Kamal.

Menurutnya tidak semua pengendara yang ia tolong memberi upah. Namun, demikian bocah yang baru duduk di bangku kelas 5 itu mengaku bahwa tujuan sebenarnya bukanlah mencari uang. Namun ia hanya ingin berenang dan bermain di dalam air.

“Enggak apa-apa tak dibayar juga, saya senang bisa berenang di sini. Banyak teman juga,” bebernya.

Karena lama berada di dalam air, sebagian mulut bocah-bocah itu tampak berwarna biru, jari tangannya keriput dan tak jarang gigi mereka bergetar. Namun yang menarik, dalam keadaan itu tak ditemukan gurat kesedihan dalam wajah mereka.

Satu sama lain tersenyum gembira saat datang pengendara, mereka juga saling menjahili satu sama lain, ada pula yang saling sirah air menggunakan kantung plastik.

“Iya dingin sih, tapi rame ada tempat bermain baru,” pungkasnya. (Restu Sauqi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment