BandungKita.id, SOREANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung mempersiapkan sejumlah sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga memasuki bulan Ramadan, salah satunya menggelar Operasi Pasar Murah (OPM).
Beberapa komoditi yang saat ini mengalami lonjakan harga yaitu; Cabe Rawit Hijau Rp.20.000 per Kg naik menjadi Rp.30.000 per Kg. Cabet Rawit Merah Rp.25.000 per Kg naik menjadi Rp.35.000 per Kg. Bawang Putih Kating Rp.50.000 per Kg naik menjadi Rp.55.000 per Kg.
Bawah Putih Biasa Rp.45.000 per Kg menjadi Rp.48.000 per Kg, Wortel Rp.9.000 per Kg menjadi Rp.10.000 per Kg, Kentang Rp.12.000 per Kg m mjadi Rp.13.000 per Kg, dan Daging Ayam Rp.36.000 per Kg menjadi Rp.37.000 per Kg.
“Kita melihat di lapangan sejumlah komoditi mulai naik, namun hal itu sudah kita prediksi dan telah disiapkan pula jalan keluarnya yaitu menggelar OPM,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah, Selasa (23/4/2019).
BACA JUGA:
Warga Baleendah Bersihkan Lumpur Sisa Banjir
Sebanyak 32.4018 Siswa SMP di Kabupaten Bandung Laksanakan UNBK
Popi menjelaskan OPM tersebut akan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan 10.000 rumah rangga kurang mampu di Kecamatan Ciparai, Nagreg, Rancaekek, Dayeuhkolot dan Baleendah. Dengan besar anggaran Rp.750 juta.
Dalam operasi pasar itu, Disperindag akan menyediakan paket sembako berisi beras, gula pasir dan minyak goreng dengan harga yang telah disubsidi.
“Kalau harga biasa masyarakat mesti mengeluarkan Rp.120.000, mungkin nanti paket tersebut bisa dibanderol harga Rp.60.000,” ucapnya.
Selain menggelar OPM, Disperindag juga berencana meninjau sejumlah peternak ayam untuk memastikan pasokan daging ayam di bulan Ramadan tetap aman.
Popi menjelaskan, kebutuhan daging ayam di Kabupaten Bandung saat ini terpenuhi sebesar 40 persen dari petani lokal. Selebihnya diproduksi oleh industri besar dan dari luar daerah.
Sehingga pengecekan terhadap beberapa kandang ayam milik petani, penting dilakukan untuk mengetahui ketersediaan stok.
“Kita akan melihat kekuatan kandang peternak ayam yang ada di kita, apakah masih bisa memenuhi atau tidak, kalau pun kurang kira akan pastikan tetap tersedia,” pungkasnya. (Restu Sauqi/Bandungkita.id)
Editor: Dian Aisyah





Comment