oleh

Polrestabes Bandung dan Disdik Jabar Turun Tangan Tindaklanjuti Siswa yang Dikeluarkan SMA Pelita Nusantara

Orang tua Murid Minta Disdik Jabar Berikan Sanksi Berat Terhadap Sekolah

 

BandungKita.id, BANDUNG – Polrestabes Bandung dan Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) akhirnya turun tangan menindaklanjuti kasus tiga orang siswa AR, PM dan EAY yang dikeluarkan secara sepihak oleh SMA Pelita Nusantara Bandung.

Polrestabes Bandung langsung menurunkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bekerjasama dengan P2TP2A Kota Bandung untuk memberikan pendampingan bagi ketiga siswa yang dikeluarkan. Pasalnya, para siswa mengalami tekanan psikis karena belum kembali ke sekolah setelah dikeluarkan oleh pihak sekolah sejak pertengahan Maret lalu.

“Alhamdulillah Polrestabes Bandung memberikan pendampingan psikolog untuk anak-anak kami,” kata salah seorang orang tua murid SMA Pelita Nusantara yang dikeluarkan, Andi Ridwan kepada BandungKita.id, Selasa (30/4/2019).

Dijelaskan Andi Ridwan, pendampingan oleh Unit PPA Polrestabes Bandung dan P2TP2A Kota Bandung diberikan setelah para orang tua siswa melaporkan tindakan semena-mena pihak sekolah dan yayasan yang dinilai telah melakukan diskriminasi dan menghilangkan hak anak memperoleh pendidikan.

Orang tua murid SMA Pelita Nusantara melaporkan pihak sekolah dan yayasan SMA Pelita Nusantara ke Dinas Pendidikan Jabar (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

AKibat sikap arogan dan semena-mena pihak sekolah dan yayasan SMA Pelita Nusantara tersebut, kata Andi, saat ini anak-anak mereka yang dikeluarkan oleh pihak sekolah nasibnya menjadi terkatung-katung. Mereka sudah sebulan lamanya anak-anak mereka tidak bisa mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kedua siswa yang masih berada di bawah umur itu kini ‘menganggur’ dan murung di rumah masing-masing. Mereka tak diizinkan kembali bersekolah. Padahal tak lama lagi mereka akan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS).

BACA JUGA :

Waduh! Siswa yang Dikeluarkan SMA Pelita Nusantara Alami Trauma Psikis, Masa Depan Mereka Terancam

 

Dikeluarkan Tanpa Alasan Jelas, Orang Tua Murid SMA Pelita Nusantara Laporkan Pihak Sekolah dan Minta Perlindungan Pemerintah

 

Disamping itu, pihaknya juga melaporkan tindakan sewenang-wenang pihak sekolah dan yayasan yang telah mengeluarkan anak-anak mereka tanpa alasan yang jelas ke Disdik Jabar. Laporan mereka diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika.

Andi Ridwan mengatakan anaknya AR dan EAY kini mengalami trauma cukup berat gara-gara dikeluarkan secara sepihak oleh pihak sekolah. Padahal, anaknya sama sekali tak melakukan kesalahan atau melanggar peraturan apa pun di sekolah.

“Tidak dipungkiri lagi, tindakan sepihak dan arogan pihak sekolah yang mengeluarkan anak-anak kami dilatarbelakangi ketidaksenangan pihak sekolah dan yayasan kepada orang tua murid ketiga anak yang dikeluarkan tadi karena kami sebagai Komite Sekolah dianggap terlalu vokal menyuarakan perbaikan. Hal inilah yang tidak mereka sukai. Tapi anak kami yang jadi korban,” tambah dia.

Dua Orang tua siswa SMA Taruna Pelita Nusantara Bandung melaporkan tindakan sekolah mengeluarkan anaknya tanpa alasan jelas ke UPT P2TP2A, Jalan Ibrahim Ajie, Nomor 84 Bandung. (Tito Rohmatullah/BandungKita.id)

 

Padahal, kata dia, sebagai Ketua dan pengurus komite sekolah pihaknya hanya berusaha menyampaikan saran dan masukan dari para orang tua murid kepada yayasan dan pihak sekolah. Tujuannya untuk perbaikan mutu pendidikan, peningkatan kegiatan belajar mengajar dan peningkatan kenyamanan para siswa di SMA tersebut.

“Kami melaporkan dan mohon perlindungan kepada Kadisdik Jabar yang semena-mena dan arogan mengeluarkan anak-anak kami tanpa memperdulikan nasib dan masa depan anak-anak kami. Tolong kembalikan hak anak-anak kami untuk memperoleh pendidikan sebagaimana amanat undang-undang dan hak azasinya untuk memperoleh pendidikan dicerabut secara paksa oleh pihak sekolah dan yayasan,” beber Andi Ridwan.

Kadisdik Jabar, kata dia, ketika itu kepada para orang tua murid SMA Pelita Nusantara berjanji akan menindaklanjuti laporan kasus pengeluaran siswa tersebut. Tak hanya itu, Dewi Sartika juga berjanji akan membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi mengenai berbagai keluhan orang tua murid tentang pengelolaan SMA Pelita Nusantara yang dianggap menyalahi aturan.

BACA JUGA :

Waduh! Gara-gara Telat Bayar SPP 3 Bulan, Tiga Siswa SMA di Bandung Dikeluarkan dari Sekolah

 

Selain itu, Kadisdik Jabar pun menyatakan berkomitmen untuk menyelamatkan pendidikan anak-anak yang dikeluarkan. Apalagi sampai tidak mengikuti pelajar di sekolah dan UAS yang tak lama lagi akan digelar.

“Kami berharap Kadisdik Jabar mengambil tindakan tegas terhadap pihak SMA Pelita Nusantara. Sebab pihak sekolah dan yayasan jelas-jelas telah berbuat dzolim dengan menghilangkan hak anak-anak kami untuk memperoleh pendidikan. Apalagi mereka (SMA Pelita Nusantara) pun tidak pernah mengeluarkan surat keluar bagi anak-anak kami sehingga nasib anak kami terkatung-katung,” tuturnya.

Meski nyata-nyata bertindak semena-mena dan arogan, sambung dia, hingga saat ini belum ada sanksi apa pun bagi pihak sekolah maupun yayasan. Terlebih, beberapa kali diundang untuk mediasi oleh Disdik, pihak yayasan maupun pihak sekolah tak pernah datang atau kooperatif memenuhi undangan Disdik.

“Kami memohon keadilan dari Dinas Pendidikan Jabar. Anak-anak kami yang tidak punya salah apa-apa, sekarang nasib dan masa depannya tidak jelas. Sementara pihak yayasan dan SMA Pelita Nusantara yang telah arogan dan sewenang-wenang, mereka tidak diberikan sanksi apa pun. Kami berharap ada sanksi tegas bagi pihak sekolah dan yayasan,” ujar Ridwan. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar