oleh

Sejak Masa Tenang, Bawaslu Tindak Lanjuti 13 Laporan Praktik Politik Uang

Bandungakita.id, BANDUNG РTerhitung sejak berlangsungnya masa tenang pada 14 -16 April lalu, tercatat ada 13 kasus laporan dugaan politik uang yang diterima Badan Pengawas Pemilu Provinsi (Bawaslu) Jawa Barat. Bahkan beberapa kasus diantaranya terjadi pada hari pemungutan suara 17 April.

“Penindakan tetap kami lakukan walaupun proses pemungutan suara sudah dilaksanakan, tapi aspek penegakan hukum pemilu menjadi domain yang penting untuk terus kita lanjutkan,” kata¬†Komisioner Bawaslu Jabar, Abdullah di kantornya, Selasa (30/4/019).

Abdullah menegaskan, fokus Bawaslu terhadap penindakan politik uang memang mendapat porsi cukup besar. Pihaknya juga membentuk satgas anti politik uang untuk memantau setiap potensi pelanggaran tersebut pada pemilu 2019 di Jawa Barat.

BACA JUGA:

Setelah Bawaslu, Kini Giliran KPU Jabar yang Digeruduk Massa

 

Diprediksi Lahirkan Pasal Karet, RUU P-KS Perlu Ditinjau Ulang

 

“Oleh karena itu, langkah yang kita lakukan yakni bawaslu melakukan fungsi pengawasan dengan melaksanakan apel kesiagaan anti politik uang, itu yang kita lakukan,” ujarnya.

Abdullah menjelaskan, 9 dari 13 laporan politik uang yang masuk, diduga kuat memenuhi unsur pelanggaran. Termasuk satu diantaranya yang terjadi di Kota Bandung.

“Dari yang kemarin yang masuk sekitar 9 kasus yang cukup kuat unsur (pelanggaran) nya dan tentu akan kita tindak lanjuti,” ujar Abdullah.

Pihaknya menjelaskan, jika politik uang dilakuakan di hari tenang maka sanksi maka pelaku terancam kurungan 4 tahun dan denda Rp 48 juta.

“Adapun kalau di hari H, maka ancamanya tiga 3 tahun, denda Rp 36 juta, kalau calon langsung yang terbukti melakukan maka bisa berdampak pembatalan calon, sejauh ini sudah ada 4 yang didiskulifikasi dari pencalonan” Tandas Abdullah. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar