oleh

Waduh! Polda Jabar Periksa Dua Direktur Bank BJB, Terkait Apa? Ini Penjelasan Polda

BandungKita.id, BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dilaporkan memeriksa Direktur Keuangan Bank BJB Nia Kania dan mantan Direktur Operasional Bank BJB Fermiyanti. Pemeriksaan kedua Direktur Bank BJB itu diduga terkait laporan dari Safe Insurance Broker (SIB).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, broker asuransi itu mengadukan bank milik Pemprov Jabar itu karena Bank BJB belum membayarkan premi meski keduanya telah menyekapati dalam perjanjian kerjasama yang dilakukan kedua belah pihak.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Samudi mengakui adanya pemeriksaan kedua Direktur Bank BJB tersebut. Pemeriksaan tersebut, kata Samudi, dilakukan setelah pihaknya menerima laporan pengaduan dari SIB terkait tidak dibayarkannya premi asuransi oleh Bank BJB.

“Ya, (Pemeriksaan ini) terkait adanya pengaduan dari Safe Insurance Broker. Mereka melaporkan tentang penagihan premi yang belum dibayarkan oleh Bank BJB kepada SIB,” kata Samudi saat dihubungi awak media melalui pesan instan, Minggu (5/5/2019).

BACA JUGA :

Pemilihan Eddy Nasution yang Juga Pejabat Pemprov Jabar Sebagai Komisaris Bank Bjb Dinilai Tidak Tepat, Ini Alasannya

 

Dana CSR Bank BJB Diduga Digunakan Kepentingan Politik, Begini Kata Mahasiswa

 

Bank BJB Diduga Lakukan Pungli ke Nasabah Rp 2,6 Triliun, Begini Kata Tim Saber Pungli

 

Dijelaskan Samudi, pemeriksaan Direktur Keuangan dan mantan Direktur Operasional Bank BJB itu dilakukan pada Jumat (3/5/2019) lalu. Namun, ia enggan menyebutkan nilai premi asuransi yang tidak dibayarkan bank pelat merah itu kepada SIB.

Jika mengacu kepada perjanjian kerjasama antara SIB dan Bank BJB tersebut, menurut dia, seharusnya Bank BJB telah membayarkan klaim premi asuransi sesuai perjanjian kerjasama yan telah disepakati kedua belah pihak.

Polda Jabar masih memeriksa dan menyelidiki laporan tersebut. Namun, kata Samudi, kasus tersebut kemungkinan bukan kasus pidana korupsi perbankan. “Bukan masalah korupsi. Kalau korupsi yang nanganinya Bareskrim Polri,” jelas Samudi. (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar