oleh

Api di Pasar Kosambi Masih Belum Padam, Banyak Petugas Kelelahan

BandungKita.id, BANDUNG – Kobaran api di Pasar Kosambi, Kota Bandung belum juga padam hingga Minggu (19/5/2019) pukul 16.40 WIB. Tercatat sudah lebih dari 19 jam proses pemadaman dilakukan.

Petugas mengaku masih terkendala kios-kios yang sulit dijebol untuk menembus ke titik api. Tidak sedikit, petugas di lapangan yang mengalami kelelahan, iritasi mata dan kekurangan oksigen.

“Sampai saat ini, anggota masih menyisir titik-titik api yang berada di basement,” ujar Wadanru Diskar PB Kota Bandung, Totoy Yushamana saat ditemui di lokasi, Minggu (19/5/2019) sore.

Baca juga:

Innalillahi! Pasar Kosambi Bandung Dilahap si Jago Merah, Penyebabnya Belum Diketahui

 

Totoy menjelaskan api yang berada di pinggir-pinggir sudah berhasil dijinakkan. Namun, api di basemen bagian tengah masih besar.

Selain itu, yang menjadi kendala petugas yakni genangan air setinggi 40 cm di basemen. “Bukan hanya pemadaman, kita juga di sini sedang melakukan lokalisir penyekatan. Jangan sampai ada rambatan api ke lantai satu atau lantai dua,” sambungnya.

 

Alat berat diturunkan untuk menjebol kios-kios yang diduga ada sumber api di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Minggu (19/5/2019).

 

Totoy mengatakan, sumber api tidak terpusat atau ada di beberapa titik di lantai dasar. Pihaknya mengaku terkendala oleh kios-kios dengan pintu rolling door yang terkunci. Sehingga untuk menembus titik api di dalam kios harus mengerahkan tenaga dan alat yang lebih.

“Yang sudah kita padamkan banyak. Karena area ini juga luas. Dan titik api itu ada di dalam kios-kios,” sebut Totoy.

Dia menargetkan, api dapat dipadamkan pada maghrib nanti. Namun, target tersebut tetap harus mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan.

“Sampai sekarang ada alat berat yang datang untuk membongkar. Mudah mudahan ini menjadi membantu untuk kinerja kami,” ungkapnya.

Totoy mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak kurang lebih 15 unit mobil Damkar dan 70 personil.

“Tidak ada yang dinyatakan cidera atau pingsan tidak ada. Hanya iritasi dan kekurangan oksigen saja,” kata Totoy.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor: Restu Sauqi

Komentar