oleh

Si Jago Merah di Pasar Kosambi Tak Kunjung Pergi, Petugas Pemadam Terhalang Asap

BandungKita.id, BANDUNG – Si Jago Merah yang membakar Pasar Kosambi hingga kini belum juga padam. Petugas pemadam kebakaran terus berusaha sekuat tenaga untuk mencari dan memadamkan sumber api.

Kepala Seksi Tanggap Darurat Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Robby Darman menuturkan hingga saat ini, sebanyak 250 jongko di Pasar Kosambi ludes terbakar.

Seperti diketahui laporan kebakaran di Pasar Kosambi terjadi sejak Sabtu (12/5) malam. Petugas cukup kesulitan memandamkan api, lantaran pekatnya asap di lokasi kebakaran, sehingga menghalangi jarak pandang.

“Jadi update untuk hari ini, titik api sudah ditemukan, hanya untuk menerobos asapnya pekat sekali, sebenarnya kami sudah hampir selesai, mudah-mudahan hari ini bisa padam,” kata Roby dilokasi, Senin (20/5/2019).

Baca juga:

Api di Pasar Kosambi Masih Belum Padam, Banyak Petugas Kelelahan

 

Innalillahi! Pasar Kosambi Bandung Dilahap si Jago Merah, Penyebabnya Belum Diketahui

 

Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas, Robby mengatakan 300 petugas pemadam berikut staff telah dikerahkan agar api bisa padam secepat mungkin.

“luas area itu 12.000 meter, luas bangun 75.000 meter, dugaan area terbakar 250 jongko, korban kemarin itu 17 petugas mengalami iritasi mata dan sesak nafas, karena asap tebal,” kata Robby.

Menurutnya, sebanyak 26 unit pancar telah dikerahkan. Ditambah satu unit dari Damkar Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi.

“Kita juga di bantu BPBD Provinsi, Tagana Provinsi, Polrestabes Bandung, Satpol PP Kota Bandung, serta ada juga unit 4 ambulance ditambah masing-masing satu dari PMI Cimahi, Lsm GMBI, PLN dan juga bantuan lainya,” kata Robby.

Pihaknya mengimbau agar masyakat tidak meninggalkan alat elektronik apapun yang tersambung dengan aliran listrik lantaran bisa berpotensi menjadi sumber api.

“Ya mungkin himbaunya agar selalu mengecek listrik yah, seperti casan nyolok ditinggal itu bahaya, beda dengan masak kan ditungguin, atau masak juga kalau ketiduran kan bahaya, terus kabel juga jangan sampai stop-kontak itu berderet, bahaya,” ujar Robby. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Restu Sauqi

Komentar